KATA PENGANTAR
Rasa
syukur yang dalam kami sampaikan kehadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini kami membahas “Senam Hamil Metode IV” untuk mata kuliah
Makalah
ini dibuat dengan tujuan agar kami para mahasiswa lebih memahami dan dapat
mengaplikasikan senam hamil di dunia praktik kebidanan pada nantinya,kami sadar
bahwa dalam pembuatan makalah ini kami masih memerlukan banyak
koreksi,saran,dan arahan dalam memperbaikinya. Untuk itu kami mohon bimbingan
dan mengucapkan terimakasih kepada :
1.
2. Rekan-rekan
mahasiswa yang telah banyak memberi masukan untuk makalah ini.
Demikianlah
makalah ini kami buat semoga bermanfaat.
Jakarta, 5 April 2017
Penyusun
Kelompok 4
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dengan
zaman yang semakin modern dan teknologi yang semakin canggih. Tentunya juga
membutuhkan Sumber Daya Manusia yang kreatif dan inovatif. Untuk itu kita
memerlukan berbagai sumber disiplin ilmu untuk mengembangkan keterampilan yang
telah dimiliki sejak lahir. Dengan adanya senam hamil ini memberikan edukasi
dan juga manfaat yang baik bagi ibu hamil.
Dari
segi kesehatan pastinya memberikan efek yang positif dan dari segi kemakmuran
ibu hamil pun bisa diukur dengan salah satu faktor ini. Untuk memperdalam dan
dapat mengaplikasikan senam hamil maka kami sebagai calon tenaga medis sangat
membutuhkan hal ini.
B. TUJUAN
PENULISAN
1. Mengetahui
pengertian senam hamil\
2. Sejarah
senam hamil
3. Mengetahui
apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum senam hamil
4. Mengetahui
panduan sebelum senam hamil
5. Mengetahui
kontra indikasi yang mungkin dapat terjadi pada senam hamil trimester ke III
6. Mengetahui
cara-cara senam hamil
7. Mengetahui
manfaat senam hamil
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Senam Hamil
Senam
hamil merupakan suatu usaha untuk mencapai kondisi yang optimal dalam
mempersiapkan proses persalinan dengan cara dirancang latihan-latihan bagi ibu
hamil.
Senam
hamil juga merupakan suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan
elastisitas dinding perut,ligament-ligament,otot-otot dasar panggul yang
berhubungan dengan proses persalinan (FK Unpad,1998).
2.
Sejarah
senam hamil
Senam
hamil telah lama dikenal oleh masyrakat Indonesia,namun tahukan kita sejak
kapan senam hamil mulai adan dan dikenal luas ? senam ibu hamil sebenarnya
mengembangkan gerakan senam kegel yang ditemukan oleh Dr.Arnold Kegel. Dr
Arnold Kegel adalah dokter penyakit kandungan dan juga kebidanan di Los
Angeles. Dokter ini menemukan senam kegel pada tahun 1950 saat menangani
pasien.
Dikarenakan
Dr Kegel sering menemukan ibu hamil yang sedang menghadapi persalinan tidak
bisa menahan air kencingnya alias ngompol dicelana. Dokter inipun kemudian
membuat senam kegel yang membantu ibu hamil dalam menghadapi persalinan.
Setelah itu,senam ibu hamil dikenal didunia begitu pula di Indonesia. Gerakan
inti senam ibu hamil mengambil gerakan inti dari senam kegel yang ditemukan
oleh Arnold Kegel.
3.
Hal-hal
yang perlu dipersiapkan sebelum senam hamil
Hal-hal
yang perlu dipersiapkan sebelum senam hamil adalah fasilitas yang mencakup
ruangan,peralatan yang akan digunakan dalam senam hamil dan juga kesiapan ibu
hamil baik fisik maupun mental. Disini akan kami perjelas satu-persatu
persiapannya :
1) Persiapan
fasilitas dan peralatan
a. Ruangan
yang dipilih harus terpisah sendiri dan memiliki sistem ventilasi yang baik.
b. Memiliki
dinding yang lapang
c. Lantai
yang cukup luas
d. Pencahayaan
yang dapat diredupkan
e. Dekat
dengan toilet (tersedia toilet disekitarnya)
f. Fasilitas
untuk istirahat
g. Kursi
dengan tinggi yang sesuai dengan ibu hamil
h. Tersedia
cermin panjang
i. Matras
j. Bantal
(Eiyylen Barshaw,senam hamil
dan nifas 2005)
2) Pesiapan
fisik sebelum senam hamil :
a. Mencegah
terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi kaki untuk dapat terus
menahan berat badan yang semakin meningkat,nyeri kaki,varises,bengkak.
b. Melatih
sistem pernafasan untuk memberikan ketenangan dan memberi cukup kebutuhan zat
asam oleh tubuh. Dalam hal ini berarti juga untuk melatih dan menguasai teknik
pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan persalinan. Dengan
demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan oksigen
dapat dipenuhi.
c. Memperkuat
dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut,otot-otot dasar
panggul,dll.
d. Melatih
otot-otot sikap,agar sikap baik dapat dipertahankan dengan bertambah berat
kehamilan dan agar mencapai refleks sikap baik.
e. Agar
dapat menguasai kontraksi dan relaksasi otot-otot perut,otot-otot dasar
panggula dan otot-otot bagian pada dalam.
f. Memperoleh
relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi
tersebut,sehingga tercapai kelemasan daripada otot-otot tubuh.
g. Mendukung
ketenangan fisik.
3) Persiapan
mental sebelum senam hamil
a. Agar
mencapai ketenangan mental
b. Agar
ibu hamil percaya pada diri sendiri
c. Agar
ibu hamil tekun berlatih dirumah sehingga tujuan senam dapat tercapai.
4.
Panduan
sebelum senam hamil
1) Lakukan
pemanasan sebelum melakukan senam hamil dan pendinginan setelahnya
2) Kencangkan
otot perut saat mengangkat lutut untuk menghindari cedera pada punggung bawah
dan sendi panggul
3) Hindari
gerakan memutar,membalik badan secara cepat. Lebih sulit untuk menjaga
keseimbangan tubuh dimasa kehamilan
4) Kenali
kemampuan anda dan jangan memaksakan diri. Ambil waktu istirahat jika anda
merasa kelelahan
5) Jaga
agar suhu ruangan tidak panas. Gunakan pakaian yang tidak tebal dan menyerap
keringat.
6) Cegah
dehidrasi dengan cukup air sebelum,selama dan
setelah melakukan senam hamil
7) Pastikan
instruktur atau panduan yang anda
jadikan panutan dapat dipercaya.
5.
Kontra
indikasi yang dapat terjadi pada senam hamil trimester III
1) Terasa
nyeri dibagian vagina
2) Cairan
ketuban pecah dini
3) Napas
sesak
4) Detak
jantung semakin cepat
5) Terjadi
oedema pada tubuh
6.
Cara-cara
senam hamil metode IV
Metode
senam hamil ini,merupakan cara senam hamil sederhana yang dapat dilakukan
sendiri dirumah.Berikut merupakan cara-caranya :
1) Duduk bersila dan tegak,kedua
lengan mengarah kedepan dan santai. Lakukan sebanyak mungkin dalam posisi
sehari-hari.
2) Sikap
merangkak,jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu.
Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai.
Lakukan gerakan ini : tundukkan kepala,lihat perut bagian bawah dan pinggang
diangkat dengan mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya
turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding
perut dan otot-otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini selama 8 kali.
3) Lakukan
sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu menoleh ke
samping kanan dan kiri,selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh kasur
dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi
tersebut selama 1 menit,kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai
kekuatan ibu hamil.
4) Berbaring
ke kiri (lebih baik kearah punggung bayi),lutut kanan diletakkan didepan lutut
kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk didepan dan lengan kiri
letakkan di belakang.
5) Berbaring
miring,kedua lutut dan kedua lengan ditekuk,bawah kepala diberi bantal,demikian
juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata,tenang,atur nafas
dengan berirama.
6) Berbaring
terlentang,pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan kegiatan
berikut : Mengejanlah seperti buang air besar,gerakan badan kebawah dan
kedepan. Setelah tak dapat menahan lelah,kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan
ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.
7.
Manfaat
senam hamil
1) Meredakan
nyeri dan sakit yang dirasakan di masa kehamilan
2) Mengencangkan
otot
3) Memperkuat
jantung dan paru
4) Membuat
tidur lebih nyenyak
5) Membantu
menghindari peningkatan berat badan berlebihan
6) Meringankan
nyeri akibat pertambahan beban pada tulang belakang
7) Memperkuat
sendi
.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Senam
hamil adalah latihan yang dilakukan oleh ibu hamil yang harus dipantau oleh
pelatih atau ahli senam tersebut dan manfaat senam hamil adalah untuk membantu
itu untuk bertahan dan bersiap dan juga siap dalam menghadapi persalinan.
Senam
hamil harus dihentikan ketika terjadi kontra indikasi terhadap ibu hamil
walaupun termasuk dalam kontra indikasi ringan.
B.
SARAN
1.
Terlebih dahulu memberikan
edukasi kepada ibu hamil melalui promosi
2. Tidak
memaksakan kehendak pelatih akan tercapainya tujuan dari senam hamil
3. Memberikan
kebebasan seluas-luasnya kepada klien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar