Sabtu, 07 Oktober 2017

MAKALAH DIET PADA IBU HAMIL DENGAN KONSTIPASI



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Diet
Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang asal individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu.
B.     Diet untuk Konstipasi
Konstipasi atau lebih dikenal dengan SEMBELIT merupakan gangguan pencernaan yang sangat umum dialami oleh wanita yang tengah mengandung. Hal ini disebabkan oleh hormon progesteron yang menjadi salah satu hormon kehamilan yang membuat otot usus menjadi lebih rileks sehingga gerakannya pun menjadi lebih lambat.
Diperkirakan 11-38% wanita hamil pernah mengalami konstipasi. Keluhan yang paling umum adalah mengedan terlalu kuat, feses yang keras dan rasa pengeluaran feses yang tidak komplit. Resiko konstipasi pada wanita hamil semakin besar jika sudah mempunyai riwayat konstipasi sebelumnya dan riwayat konsumsi suplemen besi. Prevalensi konstipasi hampir sama antara trimester pertama, kedua dan ketiga selama kehamilan (Sembiring, 2015).
Sama dengan gangguan lain pada ibu hamil, konstipasi pada ibu hamil pun harus diwaspadai. Hal ini demi menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Gangguan konstipasi yang dialami oleh ibu hamil bahkan bisa menjadi parah jika ibu hamil itu sendiri memiliki kecenderungan susah untuk buang air besar, ketika mengalami morning sickness sehingga dengan begitu ia tidak bisa makan dengan normal yang mana pada akhirnya akan mengganggu perkembangan serta kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya.
C. Gejala Konstipasi pada Ibu Hamil
Gejala konstipasi pada ibu hamil umumnya sama dengan pada orang normal. Berikut ini gejala konstipasi pada ibu hamil :
1.      Mengedan kuat pada > 1 kali dalam 4 kali defekasi
2.      Konsistensi feses keras pada > 1 kali dalam 4 kali defekasi
3.      Rasa pengeluaran feses yang tidak komplit > 1 kali dalam 4 kali defekasi
4.      Diperlukan tindakan manual > 1 kali dalam 4 kali defekasi (misalnya menggunakan jari, menyokong rongga pelvis)
5.      Tidak disertai feses cair
6.      Timbul rasa sakit dibagian bawah perut
7.      Perut terasa kembung dan penuh
8.      Jeda buang air besar antara 1-2 hari
9.      Terkadang menyebabkan pendarahan

D. Penyebab Konstipasi
Hormon progesteron berperan dalam proses relaksasi pada kerja otot halus. Peningkatan hormon itu, mengakibatkan gerakan atau mobilitas organ pencernaan menjadi relaks atau lambat. Akibatnya, proses pengosongan lambung jadi lebih lama dan waktu transit makanan di lambung meningkat. Selain itu, gerakan peristaltik usus (pijatan di usus, salah satu aktivitas mencerna makanan) juga melambat sehingga daya dorong dan kontraksi usus terhadap sisa-sisa makanan melemah. Alhasil, sisa makanan menumpuk lebih lama di usus dan sulit dikeluarkan. Disamping itu selama kehamilan tubuh menahan cairan, absorbsi cairan di usus meningkat sehingga isi usus cenderung kering dan keras yang memudahkan terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012)
2.      Perut Semakin Besar dan Penekanan rektum
Semakin besarnya perut, juga berdampak lanjutan, yaitu rektum (bagian terbawah usus besar) tertekan. Penekanan tersebut membuat jalannya feses menjadi tidak lancar, sehingga konstipasi terjadi. Semakin besar kehamilan maka semakin besar tekanan pada usus besar sehingga semakin mudah terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012)
3.      Perubahan Pola Makan dan Kurang Serat
Perubahan pola pada wanita hamil berkontribusi untuk terjadinya konstipasi. Gejala mual muntah pada trimester pertama disertai asupan makanan khususnya minuman yang berkurang akan mempengaruhi proses defekasinya. Semakin besar kehamilan biasanya wanita hamil cenderung mengurangi asupan cairan. Komposisi makanan yang cenderung berupa susu dan daging / ikan tanpa disertai cukup makanan yang kaya serat akan memperbesar resiko terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012)
4.      Mengonsumsi Zat Besi.
Pemberian suplemen besi dan kalsium selama kehamilan merupakan faktor resiko terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012).
5.      Tidak olahraga
Olahraga membuat tubuh sehat dan melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh. Berolahraga secara rutin, misalnya, jalan kaki atau berenang, akan merangsang otot-otot perut dan usus, salah satunya, memicu gerakan peristaltik usus, sehingga mencegah konstipasi (Ojieh, 2012).
6.      Stress
Ketegangan psikis seperti stres dan cemas juga merupakan faktor resiko terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012).
7.      Cara Atasi Konstipasi Selama Hamil
Pengaturan pola makan dan aktivitas selama kehamilan adalah terapi pertama yang dapat dilakukan oleh ibu hamil ketika mengalami konstipasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah :
1)      Meningkatkan kebutuhan serat pada wanita hamil sama dengan orang normal yakni sekitar 25-30 gram per hari. Serat makanan terdiri dari serat larut dan serat tidak larut. Serat larut akan mengalami fermentasi di usus besar dan memperlambat pengosongan lambung, menahan air dan membentuk gel. Contohnya apel, jeruk, pepaya dan strawberi. Serat tidak larut sukar difermentasi, memperpendek waktu transit di usus dan memperbesar massa tinja. Serat tidak larut banyak terdapat pada sereal, sayur-sayuran (kangkung, bayam, daun sungkong), kacang-kacangan, dan biji-bijian. Hindari konsumsi serat yang berlebihan secara bersamaan dalam waktu cepat karena akan menimbulkan kembung, sebah dan rasa tidak nyaman di perut.
2)      Meminum jus buah dan sayuran sebagai alternatif untuk ibu hamil yang kesulitan  mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin.
3)      Asupan cairan yang cukup, wanita hamil membutuhkan asupan cairan 300 ml lebih banyak dari rata-rata 2 L cairan yang dikonsumsi orang normal. Pagi hari setelah bangun tidur usahakan untuk mengkonsumsi segelas air untuk merangsang defekasi
4)      Hindari makan porsi besar 3 kali sehari tetapi makanlah dengan porsi kecil dan sering
5)      Hindari ketegangan psikis seperti stres dan cemas.
6)      Jangan menahan rasa ingin buang air besar karena akan memperbesar resiko konstipasi .
7)      Pemberian probiotik pada wanita hamil juga dianjurkan karena dapat memperbaiki keseimbangan flora kolon dan memperbaiki fungsi pencernaan.
8)      Sebaiknya hindari minuman bersoda, alkohol dan kopi
9)      Aktifitas fisik rutin dapat merangsang peristaltik usus untuk bekerja normal sehingga memperpendek waktu transit di saluran pencernaan dan membantu pengeluaran tinja. Olahraga disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan fisik selama kehamilan. Jika usia kehamilan bertambah, disarankan untuk mengurangi aktifitas rutin dan olahraga yang dilakukan. Olahraga yang dapat dilakukan berupa gerak lambat dan jarak pendek misalnya yoga; berjalan kaki sekitar 15-30 menit setiap harinya. Bila sudah melewati minggu ke-20 kehamilan atau sekitar bulan ke-5 dapat dimulai olahraga berupa senam hamil (Sembiring, 2015; Siswosuharjo dan Chakrawati, 2010; Emilia dan Freitag, 2010).
E. Obat Waktu Konstipasi Saat Hamil
Tindakan pertama yang sebaiknya Anda lakukan saat mengalami konstipasi pada masa kehamilan adalah mengatur pola makan dan aktivitas Anda. Jika Anda telah melakukan pengaturan pola makan dan melakukan aktivitas latihan ringan untuk memperlancar BAB Anda, tetapi ternyata tidak berhasil. Cobalah untuk mengonsumsi probiotik. Probiotik akan meningkatkan jumlah bakteri baik (mikroflora) di dalam usus sehingga dapat membantu pengoptimalkan proses pencernaan makanan yang Anda konsumsi. Apabila cara pengaturan pola makan dan aktivitas tidak dapat mengatasi konstipasi Anda, maka pada kondisi ini, Anda dapat menggunakan obat untuk mengatasinya (Trottier et al., 2012; Sembiring, 2015).
Sembelit meskipun tubuh, terutama tubuh yang sedang hamil, adalah mesin yang menakjubkan, mesin ini bukanlah mesin yang sempurna. Pada kehamilan dini tubuh mulai mengedarkan hormon untuk mengendurkan otot yang akan dilibatkan pada kelahiran anak, teteapi juga yang secara tidak langsung mengendurkan otot saluran pencernaan. Ada efek positif terhadap pengenduran pencernaan ini makanan tetap berada di usus lebih lama, sehingga dapat menyerap nutrisi lebih lama. Tetapi ada juga efek negatifnya kotoran (faeses) yang tinggal terlalu lama akan menjadi keras, kering dan susah untuk dikeluarkan. Dengan kata lain, terjadi sembelit
Untunglah, anda tidak harus menjadi korban dari ketidaksempurnaan tubuh, atau menerima sembelit sebagai keadaan normal dan kondisi yang tidak bisa dihindari selama kehamilan. Anada dapat mengatasinya, tanpa menggunakan laksatif atau minyak mineral dengan beberapa cara berikut:
1.      Banyak makan diet berserat.
W.K. kellog,  pendiri perusahaan sereal, pada awal abad ini, pertama menyarankan bahwa kulit ari atau bagian luar dari biji gandum dapat mengobati sembelit. Pada saat itu, ia lebih mempertimbangakn bentuk serpihan (flake) daripada sereal. Sekarang ini, setelah beribu – ribu juta karton bran flake, idenya didokumentasikan oleh bukti ilmiah. Kulit ari (bran) dan bukti ilmiah. Kulit ari (bran) dan bentuk lain dari serat (bahan yang terdapat di sekeliling dan mendukung dinding sel tanaman) bergerak melalui saluran pencernaan tanpa berubah bentuk, tetapi meskipun saluran pencernaan memiliki pengaruh kecil terhadap serat, serat memiliki pengaruh besar terhadap saluran pencernaan. Karena serat bergerak melalui usus, serat menyerap air sehingga melunakan kotoran (faeses) dan mempercepat dikeluarkan. Jadi turuti nasehat dari kellog (dan dari C.W. post, pendukung lain dari sistem vegetarian dan diet tinggi serat). Jika sembelit membuat anada menderita, atau lebih baik sebelum hal ini terjadi, maka banyak makan diet berserat. Diet makanan terbaik cukup mengandung makanan berserat, tetapi anda dapat meningkatkan jumlahnya dengan memilih makanan-makanan yang paling tinggi kadar seratnya.hal ini berarti banyak biji-bijian , buah dan sayuran segar (beberapa mentah, jika perlu masih dengan kulit maih tersisa, tetapi dibersihkan dengan baik), kacang-kacangan kering (kacang dan pea), kacang dan biji-bijian, tetapi sedikit makanan olahan. Lebih disukai buah utuh daripada jus, sayuran yang di masak setengah matang daripada yang lunak dan matang. Jika anda sudah terbiasa banyak makan diet amerika yang kadar seratnya rendah, jangan makan makanan berserat tinggi dalam waktu semalam. Namun, selama jangka waktu enam minggu, secara bertahap, tambahkan bahan pangan yang mengandung serat tinggi dalam diet anda. Mula-mula anda mungkin akan mengalami rasa ingin kentut yang berlebihan, tetapi hal ini akan lenyap segera sesudah tubuh anda terbiasa dengan makanan baru. Bahkan jika anda terbiasa dengan diet tinggi serat, jangan terlalu banyak makan serat selama kehamilan. (Hal ini cenderung menjadi masalah bagi para vegetarian, yang tergantung pada kacang-kacangan untuk sumber protein mereka). Kelebihan serat dapat membawa keluar nutrisi sari sistem tubuh anda sebelum nutrisi tersebut sempat diserap untuk digunakan oleh tubuh anda dan bayi. Dan karena kalsium terutama rentan terhadap pengaruh serat, jangan bersamaan dengan makan makanan yang mengandung kalsium tinggi.
2.      Banyak minum
membuat serat bekerja adalah daya tariknya terhadap air. Dengan menyerap semua cairan yang tersedia, serat menjaga tinja tetap lunak dan mudah bergerak. Kekurangan cairan dapat menghambat daya keja serat. Anda seharusnya makan sedikitnya kouta cairan pada pada daily dozen (terutama air dan buah dan jus sayuran (setiap hari, terlebih jika anda menambahkan bran pada diet anda. Tonik spa kesehatan favorit, air panas dengan jus lemon (tidak diberi gula), adalah hal pertama pada pagi hari yang seringkali menyebabkan efek anti  sembelit. Jus prem dalam dosis sedikit juga dapat sedikit membantu anti sembelit.
3.      Berilah waktu
sisakan lima menit untuk sarapan sebelum anda meninggalkan rumah di pagi hari, dan peluangnya adalah anda akan meninggalkan kamar mandi dengan tugas yang belum selesai. Sebagai gantinya, bangunlah lebih pagi dan cobalah sarapan sedikitnya setengah jam sebelum berangakat. Hal ini akan memberikan waktu bagi saluran pencernaan untuk melakukan tugasnya.
4.      Berolahraga
saluran pencernaan akan bergerak lebih cepat jika anda melakukan olahraga. Tubuh yang tak-aktif akan menyebabkan usus tidak aktif akan menyebabkan usus tidak aktif pula. Jadi anda harus melakukan sedikit olahraga setiap hari, bahkan hanya dengan 20 menit berjalan kaki.
5.      Makanlah bran, sebagai pilihan terakhir
jika setelah beberapa minggu dengan diet tinggi serat, sembelit masih berlangsung, cobalah menambah satu sendok makan penuh bran yang masih belum diproses pada diet anda. Jangan tambahkan pda sereal anda jika anda makan seral dengan susu. Sebagi gantinya, makanlah bran sebagai snack, dengan saus apel yang tidak diberi gula atau keju cottage (keduanya mengikat flake kecil sehingga mudah ditelan), telah dengan cairan, atau segelas jus buah. Jika setelah beberapa hari sembelit masih merupakan masalah, tambahkan satu sendok makan bran lagi. Jika bran ini masih tidak mengaktifkan saluran pembuangan, datanglah ke dokter.
F. Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro, 2002).  Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002). Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduannya saling berinteraksi (Safuddin, 2002). Menurut Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut:
  1. Kurang gizi (malnutrisi)
  2. Kurang zat besi dalam diit
  3. Malabsorpsi
  4. Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu, haid dan lain-lain
  5. Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria dan lain-lain

Cara Mengatasi Anemia pada ibu hamil dapat dengan mengonsumsi suplemen zat besi. Salah satu yang umum diberikan adalah ferrous sulphate, yang dikonsumsi dua hingga tiga kali per hari. Menambah asupan makanan mengandung zat besi merupakan salah satu cara mencegah dan menangani anemia pada ibu hamil. Konsumsi pola makan seimbang, kemudian tambahkan minimal tiga porsi makanan kaya zat besi. Contoh makanan yang banyak mengandung zat besi adalah ikan, daging merah, ayam, sayur berwarna hijau gelap, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sereal yang sudah difortifikasi zat besi. Selain itu, sumber makanan kaya zat besi lainnya yang mudah ditemukan, seperti telur dan tahu. Agar tubuh dapat menyerap zat besi dengan maksimal, diperlukan juga asupan kaya vitamin C yang dapat ditemukan dalam jeruk, stroberi, kiwi, dan tomat. Anda dapat mengombinasikan antara kedua jenis makanan tersebut untuk asupan optimal.
1.      Tujuan diet tinggi serat :
Merangsang peristaltik usus agar defeksi dapat normal kembali.
2.      Syarat-syarat :
1)      Cukup kalori dan protein
2)      Tinggi vitamin dan terutama thiamin dan lain-lain vitamin B Kompleks dan mineral untuk memelihara kekuatan otot saluran cerna.
3)      Banyak cairan 2-21/2 liter sehari untuk memperlancar defekasi. Minum sebelum makan dapat merangsang peristaltik
4)      Tinggi serat dan bahan makanan yang dapat merangsang peristaltik usus.
3.      Indikasi pemberian
Diet tinggi serat diberikan kepada penderita obstipasi dan penyakit divertikular.
4.      Bahan makanan yang diberikan sehari
Beras                                250 gr              31/2 urt
Daging                             100 gr              2 ptg sdg
Telur                                 50 gr                1 btr
Tempe                              100 gr              4 ptg sdg
Kacang hijau                    25 gr                2 ½ sdm
Sayuran                400 gr              4 gelas
Buah                                 400 gr              4 ptg pepaya sdg
Minyak                 25 gr                21/2  sdm
Gula pasir             25 gr                2 ½ sdm
Susu                                 200 gr              1 gelas
5.      Nilai gizi
Kalori                   : 2296 gr                      besi                  : 27,3mg
Protein                  : 83 gr                          vit A                : 16.788 sq
Lemak                  : 60 gr                          thiamin            : 1,2 mg
Hidrat arang         : 363 gr                        vit C                : 164 mg
Kalsium    :0,8 gr
6.      Pembagian makanan sehari
Pagi :
Beras 50 gr                       : ¾ gelas nasi
Telur 50gr             : 1 butir
Sayuran 100gr                  : 1 gelas
Minyak 5 gr                      : ½ sdm
Pukul 10.00 :
Kacang hijau 25 gr           : 2 ½ sdm
Gula pasir 15 gr    : 1 ½ sdm
Siang/sore :
Beras 100gr                      : 1 ½ gelas nasi
Daging 50gr                     : 1 ptg sdg
Tempe 50 gr                     : 2 ptg sdg
Sayuran 150 gr     : 1 ½ gelas
Pepaya 100 gr                  : 1 ptg sdg
Minyak 10 gr                    : 1 sdm
Pukul 16.00 :
Pepaya 200 gr                  : 2 ptg sdg
Gula pasir 10 gr    : 1 sdm
Susu 200 gr                      : 1 gelas
7.      bahan makanan yang dianjurkan :
1)    Bers tumbuk,beras ketan hitam,havermout,bulgur,cantel,sorgum,jagung,ubi,singkong,wijen,katul.
2)    Kacang-kacangan : kacang hijau,kacang merah,kacang tolo,kacang kedelai,dsb
3)    Sayuran sebagian dalam bentuk mentah,terutama sayuran yang dapat menimbulkan gas seperti, kol,sawi,dsb.
4)    Buah-buahan terutama yang dimakan dengan kulitnya,apel,jambu,jambu biji,anggur,pear,dsb.
5)    Minyak dalam bentuk makanan yang digoreng atau diberi santan,atau makanan lain yang menggunakan minyak.
6)    Gula
7)    Susu
8)    Agar-agar
9)    Bumbu-bumbu yang merangsang : lombok,merica,dsb.
8.      Bahan makanan yang harus dihindarkan :
Bahan makanan yang tidak memberi sisa seperti aci.

G. Diet untuk Anemia/Rasa Lelah

Jarang bagi para ibu hamil yang tidak merasakan “bangun pagi dan beraktivitas”-nya telah hilang setidaknya selama masa kehamilannya. Hal ini bukanlah sesuatu yang mengherankan,karena adanya tekanan fisik dan emosi pada tubuhnya. Pada minggu-minggu awal,janin sedang berkembang,dan hal ini adalah proses pembentukan yang utama (sekalipun anda tidak melihatnya) yang membutuhkan usaha kerja keras. Pembentukan bayi masih terus berlanjut,juga dan berlanjut selama masa kehamilan,membuat anda memerlukan energi yang banyak. Pada saat akhir kehamilan mulai merasakan peningkatan secara bertahap beban bayi,cairan ketuban dan lain-lain,yang setara dengan membawa beban diperut anda sepanjang waktu,hari demi hari. Karena perut anda terbebani,maka anda akan mudah tidur.
Tidak ada yang dapat menghilangkan perasaan tersebut. Namun diet makan terbaik (kombinasi dengan mendengarkan tubuh ketika tubuh memberitahukan bahwa tubuh butuh istirahat) dapat meminimumkannya dengan menjaga bahan bakar yang diperlukan untuk kegiatan tersebut. Tubuh sehat yang bergizi tercukupi dengan makan Daily Dozen dapat menangani stres dengan lebih efektif karena kelahiran daripada tubuh yang kurang gizi.
Permen,donat,pasrty danish tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut walaupun iklannya menjanjikan peningkatan energi sepanjang hari. Segala peningkatan energi yang berasal dari gula akan diproses,dan akan diubah menjadi gula darah sehingga anda akan menjadi lebih capai daripada sebelumnya. Kafein,juga hanya menyediakan bahan perangsang kimia yang bkerja meningkatkan energi sementaara waktu jangan tergoda untuk memasukannya dalam daftar sebagai cara untuk melawan kelelahan. Jika anda sangat lelah dan disertai pingsan pucat,sulit bermafas,dan berdebar-debar anda mungkin menderita anemin. Seringkali pada kehamillan,anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yang dapat terjadi meskipun anda makan makanan kaya akan zat besi dan minum suplemen yang mengandung zat besi. Laporkan rasa lelah yang berlebihantersebut kepada dokter anda dan mintalah tes darah untuk memeriksa apakah menderita anemia.
1.      Tujuan diet :
Memberi makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan kalori dan protein yang bertambah guna mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh atau guna menambah berat badan hingga mencapai normal.
2.      Syarat-syarat :
1)      Tinggi kalori
2)      Tinggi protein
3)      Cukup mineral dan vitamin
4)      Mudah cerna
3.      Macam diit dan indikasi pemberian :
Diit tinggi kalori tinggi protein diberikan kepada penderita :
1)      Gizi kurang : defisiensi kalori,protein dan anemia
2)      Hyperthyroid
3)      Sebelum dan sesudah operasi tertentu,bila dapat menerima makanan lengkap
4)      Baru sembuh dari penyakir panas tinggi atau penyakit berlangsung lama dan teah dapat menerima makanan lengkap.
5)      Trauma,combustio atau mengalami perdarahan banyak
6)      Hamil dan post partum
                                                              i.      Menurut keadaan penderita dapat diberikan salah satu dari dua macam Diit Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) di bawah :
                                                            ii.      Diit Tinggi Kalori Tinggi Protein I (TKTP 1)
                                                          iii.      Kalori : 2600
                                                          iv.      Protein : 100 g (2 g/kg berat badan)
                                                            v.      Diit Tinggi Kalori Tinggi Protein II (TKTP II)
                                                          vi.      Kalori : 3000
                                                        vii.      Protein : 125 g (2 ½ g/kgBB)
                                                      viii.      Untuk memudahkan penyelenggaraan,makanan yang diperlukan untuk menambah konsumsi kalori dan protein ditambahkan pada makanan biasa berupa tambahan lauk dan susu.





||TKTP II||
Bahan makanan yang ditambahkan pada makanan biasa sehari
         ||TKTP I||                                                                    
Berat                     urt                                       berat                  urt
Susu   200 g         1 gls                                     400 g                2 gls
Telur   50 g          1 btr                                     100 g                2 btr
Daging   50 g       1 ptg sdg                              100 g                2 ptg sdg
           
TKTP 1                                                                   TKTP II
Kalori                    2590                                                          3020
Protein                     130 g                                                          125 g
Lemak                        73 g                                                         103 g
Hidrat arang             398 g                                                         416  g
Kalsium                     0,7 g                                                           1,4 g
Besi                         30,2 mg                                                         36 mg
Vitamin A               9062 SI                                                     9787  SI
Thiamin                     1,5 mg                                                         1,7 mg
Vitamin C                 114 mg                                                       116 mg
           
            Pembagian makanan sehari (sebagai tambahan pada makanan biasa)
Waktu                        TKTP 1                      TKTP II
Pagi                                         1 gls susu                     1 gls susu
Siang                           1 btr telur                    1 btr telur         1 ptg daging
Sore                             1 gls susu
Malam                         1 ptg daging                1 btr telur        1 btg daging
4.      Bahan makanan yang baik diberikan :
Sumber protein hewani : ayam,daging,hati,ikan,telur,susu,keju
Sumber protein nabati  : kacang-kacangan,dan hasilnya;tahu,tempe,oncom.
5.      Bahan makanan yang dihindarkan :
Makanan yang terlalu manis dan gurih yang dapat mengurangi nafsu makan seperti : gula-gula,dodol,cake,tracis,dsb.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Melakukan diet pada ibu yang sedang mengandung harus mengikuti diet yang memang disesuaikan dengan kebutuhan dari ibu hamil itu sendiri, karena ibu hamil pasti akan mengalami perubahan-perubahan yang umum terjadi pada masa tersebut. Sehingga apabila melakukan diet tanpa anjuran yang benar akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan atau bahkan fatal.

B.     Saran
Lakukanlah diet dengan berkonsultasi dengan ahli gizi atau bidan yang dapat mengarahkan dan memberikan pengetahuan yang lebih luas mengenai proses diet. Pengarahan yang tepat dan penanganan yang tepat menjadi kunci kesuksesan ibu agar dapat melahirkan dengan baik di masa depan nanti.


DAFTAR PUSTAKA
Makanan apa yang anda butuhkan selama kehamilan by Arlene Eisenberg, Heidi E murkoff, Sandee E Hathawy. Jakarta 1999
Penuntun Diit by Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar