BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Diet
Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh
seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar
belakang asal individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu.
B. Diet untuk Konstipasi
Konstipasi atau lebih dikenal
dengan SEMBELIT merupakan gangguan pencernaan yang sangat umum dialami oleh
wanita yang tengah mengandung. Hal ini disebabkan oleh hormon progesteron yang
menjadi salah satu hormon kehamilan yang membuat otot usus menjadi lebih rileks
sehingga gerakannya pun menjadi lebih lambat.
Diperkirakan 11-38% wanita hamil pernah mengalami konstipasi. Keluhan yang
paling umum adalah mengedan terlalu kuat, feses yang keras dan rasa pengeluaran
feses yang tidak komplit. Resiko konstipasi pada wanita hamil semakin besar
jika sudah mempunyai riwayat konstipasi sebelumnya dan riwayat konsumsi
suplemen besi. Prevalensi konstipasi hampir sama antara trimester pertama,
kedua dan ketiga selama kehamilan (Sembiring, 2015).
Sama dengan gangguan lain pada ibu hamil, konstipasi pada ibu hamil pun
harus diwaspadai. Hal ini demi menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi yang
dikandungnya. Gangguan konstipasi yang dialami oleh ibu hamil bahkan bisa
menjadi parah jika ibu hamil itu sendiri memiliki kecenderungan susah untuk
buang air besar, ketika mengalami morning sickness sehingga dengan begitu ia tidak bisa makan dengan normal yang mana
pada akhirnya akan mengganggu perkembangan serta kesehatan janin yang ada di
dalam kandungannya.
C. Gejala Konstipasi pada Ibu Hamil
Gejala konstipasi pada ibu hamil umumnya sama dengan pada orang normal.
Berikut ini gejala konstipasi pada ibu hamil :
1.
Mengedan kuat pada >
1 kali dalam 4 kali defekasi
2.
Konsistensi feses keras
pada > 1 kali dalam 4 kali defekasi
3.
Rasa pengeluaran feses
yang tidak komplit > 1 kali dalam 4 kali defekasi
4.
Diperlukan tindakan
manual > 1 kali dalam 4 kali defekasi (misalnya menggunakan jari, menyokong
rongga pelvis)
5.
Tidak disertai feses
cair
6.
Timbul rasa sakit
dibagian bawah perut
7.
Perut terasa kembung dan
penuh
8.
Jeda buang air besar
antara 1-2 hari
9.
Terkadang menyebabkan
pendarahan
D. Penyebab Konstipasi
Hormon progesteron berperan dalam proses
relaksasi pada kerja otot halus. Peningkatan hormon itu, mengakibatkan gerakan
atau mobilitas organ pencernaan menjadi relaks atau lambat. Akibatnya, proses
pengosongan lambung jadi lebih lama dan waktu transit makanan di lambung
meningkat. Selain itu, gerakan peristaltik usus (pijatan di usus, salah satu
aktivitas mencerna makanan) juga melambat sehingga daya dorong dan kontraksi
usus terhadap sisa-sisa makanan melemah. Alhasil, sisa makanan menumpuk lebih
lama di usus dan sulit dikeluarkan. Disamping itu selama kehamilan tubuh
menahan cairan, absorbsi cairan di usus meningkat sehingga isi usus cenderung
kering dan keras yang memudahkan terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012)
2.
Perut Semakin Besar dan Penekanan rektum
Semakin besarnya perut, juga berdampak
lanjutan, yaitu rektum (bagian terbawah usus besar) tertekan. Penekanan
tersebut membuat jalannya feses menjadi tidak lancar, sehingga konstipasi
terjadi. Semakin besar kehamilan maka semakin besar tekanan pada usus besar
sehingga semakin mudah terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012)
3.
Perubahan Pola Makan dan Kurang Serat
Perubahan pola pada wanita hamil
berkontribusi untuk terjadinya konstipasi. Gejala mual muntah pada trimester
pertama disertai asupan makanan khususnya minuman yang berkurang akan
mempengaruhi proses defekasinya. Semakin besar kehamilan biasanya wanita hamil
cenderung mengurangi asupan cairan. Komposisi makanan yang cenderung berupa
susu dan daging / ikan tanpa disertai cukup makanan yang kaya serat akan
memperbesar resiko terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012)
4.
Mengonsumsi Zat Besi.
Pemberian suplemen besi dan kalsium selama
kehamilan merupakan faktor resiko terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012).
5.
Tidak olahraga
Olahraga membuat tubuh sehat dan melancarkan
proses metabolisme di dalam tubuh. Berolahraga secara rutin, misalnya, jalan
kaki atau berenang, akan merangsang otot-otot perut dan usus, salah satunya,
memicu gerakan peristaltik usus, sehingga mencegah konstipasi (Ojieh, 2012).
6.
Stress
Ketegangan psikis seperti stres dan cemas
juga merupakan faktor resiko terjadinya konstipasi (Ojieh, 2012).
7.
Cara Atasi
Konstipasi Selama Hamil
Pengaturan pola makan dan aktivitas selama
kehamilan adalah terapi pertama yang dapat dilakukan oleh ibu hamil ketika
mengalami konstipasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah :
1)
Meningkatkan kebutuhan serat pada
wanita hamil sama dengan orang normal yakni sekitar 25-30 gram per hari. Serat
makanan terdiri dari serat larut dan serat tidak larut. Serat larut akan mengalami
fermentasi di usus besar dan memperlambat pengosongan lambung, menahan air dan
membentuk gel. Contohnya apel, jeruk, pepaya dan strawberi. Serat tidak larut
sukar difermentasi, memperpendek waktu transit di usus dan memperbesar massa
tinja. Serat tidak larut banyak terdapat pada sereal, sayur-sayuran (kangkung,
bayam, daun sungkong), kacang-kacangan, dan biji-bijian. Hindari konsumsi serat
yang berlebihan secara bersamaan dalam waktu cepat karena akan menimbulkan
kembung, sebah dan rasa tidak nyaman di perut.
2)
Meminum jus buah dan
sayuran sebagai alternatif untuk ibu hamil yang kesulitan mengkonsumsi
buah dan sayur secara rutin.
3)
Asupan cairan yang cukup, wanita hamil membutuhkan asupan cairan 300
ml lebih banyak dari rata-rata 2 L cairan yang dikonsumsi orang normal. Pagi
hari setelah bangun tidur usahakan untuk mengkonsumsi segelas air untuk
merangsang defekasi
4)
Hindari makan porsi
besar 3 kali sehari tetapi makanlah dengan porsi kecil dan sering
5)
Hindari ketegangan
psikis seperti stres dan cemas.
6)
Jangan menahan rasa
ingin buang air besar karena akan memperbesar resiko konstipasi .
7)
Pemberian probiotik pada
wanita hamil juga dianjurkan karena dapat memperbaiki keseimbangan flora kolon
dan memperbaiki fungsi pencernaan.
8)
Sebaiknya hindari
minuman bersoda, alkohol dan kopi
9)
Aktifitas fisik rutin
dapat merangsang peristaltik usus untuk bekerja normal sehingga memperpendek
waktu transit di saluran pencernaan dan membantu pengeluaran tinja. Olahraga
disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan fisik selama kehamilan. Jika usia
kehamilan bertambah, disarankan untuk mengurangi aktifitas rutin dan olahraga
yang dilakukan. Olahraga yang dapat dilakukan berupa gerak lambat dan jarak
pendek misalnya yoga; berjalan kaki sekitar 15-30 menit setiap harinya. Bila
sudah melewati minggu ke-20 kehamilan atau sekitar bulan ke-5 dapat dimulai
olahraga berupa senam hamil (Sembiring, 2015; Siswosuharjo dan Chakrawati, 2010; Emilia dan Freitag,
2010).
E. Obat Waktu Konstipasi Saat Hamil
Tindakan pertama yang sebaiknya Anda lakukan
saat mengalami konstipasi pada masa kehamilan adalah mengatur pola makan dan
aktivitas Anda. Jika Anda telah melakukan pengaturan pola makan dan melakukan
aktivitas latihan ringan untuk memperlancar BAB Anda, tetapi ternyata tidak
berhasil. Cobalah untuk mengonsumsi probiotik. Probiotik akan
meningkatkan jumlah bakteri baik (mikroflora) di dalam usus sehingga dapat
membantu pengoptimalkan proses pencernaan makanan yang Anda konsumsi. Apabila
cara pengaturan pola makan dan aktivitas tidak dapat mengatasi konstipasi Anda,
maka pada kondisi ini, Anda dapat menggunakan obat untuk mengatasinya
(Trottier et al., 2012; Sembiring, 2015).
Sembelit
meskipun tubuh, terutama tubuh yang sedang hamil, adalah mesin yang
menakjubkan, mesin ini bukanlah mesin yang sempurna. Pada kehamilan dini tubuh
mulai mengedarkan hormon untuk mengendurkan otot yang akan dilibatkan pada
kelahiran anak, teteapi juga yang secara tidak langsung mengendurkan otot
saluran pencernaan. Ada efek positif terhadap pengenduran pencernaan ini makanan
tetap berada di usus lebih lama, sehingga dapat menyerap nutrisi lebih lama.
Tetapi ada juga efek negatifnya kotoran (faeses) yang tinggal terlalu lama akan
menjadi keras, kering dan susah untuk dikeluarkan. Dengan kata lain, terjadi
sembelit
Untunglah,
anda tidak harus menjadi korban dari ketidaksempurnaan tubuh, atau menerima
sembelit sebagai keadaan normal dan kondisi yang tidak bisa dihindari selama
kehamilan. Anada dapat mengatasinya, tanpa menggunakan laksatif atau minyak
mineral dengan beberapa cara berikut:
1.
Banyak makan diet berserat.
W.K. kellog,
pendiri perusahaan sereal, pada awal abad ini, pertama menyarankan bahwa
kulit ari atau bagian luar dari biji gandum dapat mengobati sembelit. Pada saat
itu, ia lebih mempertimbangakn bentuk serpihan (flake) daripada sereal.
Sekarang ini, setelah beribu – ribu juta karton bran flake, idenya
didokumentasikan oleh bukti ilmiah. Kulit ari (bran) dan bukti ilmiah. Kulit
ari (bran) dan bentuk lain dari serat (bahan yang terdapat di sekeliling dan mendukung
dinding sel tanaman) bergerak melalui saluran pencernaan tanpa berubah bentuk,
tetapi meskipun saluran pencernaan memiliki pengaruh kecil terhadap serat,
serat memiliki pengaruh besar terhadap saluran pencernaan. Karena serat
bergerak melalui usus, serat menyerap air sehingga melunakan kotoran (faeses)
dan mempercepat dikeluarkan. Jadi turuti nasehat dari kellog (dan dari C.W.
post, pendukung lain dari sistem vegetarian dan diet tinggi serat). Jika
sembelit membuat anada menderita, atau lebih baik sebelum hal ini terjadi, maka
banyak makan diet berserat. Diet makanan terbaik cukup mengandung makanan
berserat, tetapi anda dapat meningkatkan jumlahnya dengan memilih
makanan-makanan yang paling tinggi kadar seratnya.hal ini berarti banyak
biji-bijian , buah dan sayuran segar (beberapa mentah, jika perlu masih dengan
kulit maih tersisa, tetapi dibersihkan dengan baik), kacang-kacangan kering
(kacang dan pea), kacang dan biji-bijian, tetapi sedikit makanan olahan. Lebih
disukai buah utuh daripada jus, sayuran yang di masak setengah matang daripada
yang lunak dan matang. Jika anda sudah terbiasa banyak makan diet amerika yang
kadar seratnya rendah, jangan makan makanan berserat tinggi dalam waktu
semalam. Namun, selama jangka waktu enam minggu, secara bertahap, tambahkan
bahan pangan yang mengandung serat tinggi dalam diet anda. Mula-mula anda
mungkin akan mengalami rasa ingin kentut yang berlebihan, tetapi hal ini akan
lenyap segera sesudah tubuh anda terbiasa dengan makanan baru. Bahkan jika anda
terbiasa dengan diet tinggi serat, jangan terlalu banyak makan serat selama
kehamilan. (Hal ini cenderung menjadi masalah bagi para vegetarian, yang
tergantung pada kacang-kacangan untuk sumber protein mereka). Kelebihan serat
dapat membawa keluar nutrisi sari sistem tubuh anda sebelum nutrisi tersebut
sempat diserap untuk digunakan oleh tubuh anda dan bayi. Dan karena kalsium
terutama rentan terhadap pengaruh serat, jangan bersamaan dengan makan makanan
yang mengandung kalsium tinggi.
2.
Banyak minum
membuat serat bekerja adalah daya tariknya
terhadap air. Dengan menyerap semua cairan yang tersedia, serat menjaga tinja
tetap lunak dan mudah bergerak. Kekurangan cairan dapat menghambat daya keja
serat. Anda seharusnya makan sedikitnya kouta cairan pada pada daily dozen
(terutama air dan buah dan jus sayuran (setiap hari, terlebih jika anda
menambahkan bran pada diet anda. Tonik spa kesehatan favorit, air panas dengan
jus lemon (tidak diberi gula), adalah hal pertama pada pagi hari yang
seringkali menyebabkan efek anti sembelit.
Jus prem dalam dosis sedikit juga dapat sedikit membantu anti sembelit.
3.
Berilah waktu
sisakan lima menit untuk sarapan sebelum anda
meninggalkan rumah di pagi hari, dan peluangnya adalah anda akan meninggalkan
kamar mandi dengan tugas yang belum selesai. Sebagai gantinya, bangunlah lebih
pagi dan cobalah sarapan sedikitnya setengah jam sebelum berangakat. Hal ini
akan memberikan waktu bagi saluran pencernaan untuk melakukan tugasnya.
4.
Berolahraga
saluran pencernaan akan bergerak lebih cepat
jika anda melakukan olahraga. Tubuh yang tak-aktif akan menyebabkan usus tidak
aktif akan menyebabkan usus tidak aktif pula. Jadi anda harus melakukan sedikit
olahraga setiap hari, bahkan hanya dengan 20 menit berjalan kaki.
5.
Makanlah bran, sebagai pilihan terakhir
jika setelah beberapa minggu dengan diet
tinggi serat, sembelit masih berlangsung, cobalah menambah satu sendok makan
penuh bran yang masih belum diproses pada diet anda. Jangan tambahkan pda
sereal anda jika anda makan seral dengan susu. Sebagi gantinya, makanlah bran
sebagai snack, dengan saus apel yang tidak diberi gula atau keju cottage
(keduanya mengikat flake kecil sehingga mudah ditelan), telah dengan cairan,
atau segelas jus buah. Jika setelah beberapa hari sembelit masih merupakan
masalah, tambahkan satu sendok makan bran lagi. Jika bran ini masih tidak
mengaktifkan saluran pembuangan, datanglah ke dokter.
F. Anemia
Pada Ibu Hamil
Anemia
adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12
gr% (Wiknjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan
adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan
III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002). Kebanyakan
anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut
bahkan tidak jarang keduannya saling berinteraksi (Safuddin, 2002). Menurut
Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut:
- Kurang gizi (malnutrisi)
- Kurang zat besi dalam diit
- Malabsorpsi
- Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu, haid dan lain-lain
- Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria dan lain-lain
Cara Mengatasi Anemia pada ibu hamil
dapat dengan mengonsumsi suplemen zat besi. Salah satu yang umum diberikan
adalah ferrous sulphate, yang dikonsumsi dua hingga tiga kali per hari. Menambah asupan makanan mengandung zat besi merupakan salah satu cara mencegah dan menangani anemia pada ibu
hamil. Konsumsi pola makan seimbang, kemudian tambahkan minimal tiga porsi
makanan kaya zat besi.
Contoh makanan yang banyak mengandung zat besi adalah ikan, daging
merah, ayam, sayur berwarna hijau gelap, kacang-kacangan, biji-bijian, dan
sereal yang sudah difortifikasi zat besi. Selain itu, sumber makanan kaya zat
besi lainnya yang mudah ditemukan, seperti telur dan tahu. Agar
tubuh dapat menyerap zat besi dengan maksimal, diperlukan juga asupan kaya
vitamin C yang dapat ditemukan dalam jeruk, stroberi, kiwi, dan tomat. Anda
dapat mengombinasikan antara kedua jenis makanan tersebut untuk asupan optimal.
1. Tujuan
diet tinggi serat :
Merangsang peristaltik usus agar defeksi
dapat normal kembali.
2. Syarat-syarat
:
1) Cukup
kalori dan protein
2) Tinggi
vitamin dan terutama thiamin dan lain-lain vitamin B Kompleks dan mineral untuk
memelihara kekuatan otot saluran cerna.
3) Banyak
cairan 2-21/2 liter sehari untuk memperlancar defekasi. Minum
sebelum makan dapat merangsang peristaltik
4) Tinggi
serat dan bahan makanan yang dapat merangsang peristaltik usus.
3. Indikasi
pemberian
Diet tinggi serat diberikan kepada
penderita obstipasi dan penyakit divertikular.
4. Bahan
makanan yang diberikan sehari
Beras 250
gr 31/2 urt
Daging 100
gr 2 ptg sdg
Telur 50
gr 1 btr
Tempe 100
gr 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 gr 2
½ sdm
Sayuran 400
gr 4 gelas
Buah 400
gr 4 ptg pepaya sdg
Minyak 25
gr 21/2 sdm
Gula pasir 25 gr 2
½ sdm
Susu 200
gr 1 gelas
5. Nilai
gizi
Kalori :
2296 gr besi : 27,3mg
Protein :
83 gr vit A : 16.788 sq
Lemak :
60 gr thiamin :
1,2 mg
Hidrat arang : 363 gr vit
C : 164 mg
Kalsium :0,8
gr
6. Pembagian
makanan sehari
Pagi :
Beras 50 gr : ¾ gelas nasi
Telur 50gr : 1 butir
Sayuran 100gr : 1 gelas
Minyak 5 gr : ½ sdm
Pukul 10.00 :
Kacang hijau 25 gr : 2 ½ sdm
Gula pasir 15 gr : 1 ½ sdm
Siang/sore :
Beras 100gr : 1 ½ gelas nasi
Daging 50gr : 1 ptg sdg
Tempe 50 gr : 2 ptg sdg
Sayuran 150 gr : 1 ½ gelas
Pepaya 100 gr : 1 ptg sdg
Minyak 10 gr : 1 sdm
Pukul 16.00 :
Pepaya 200 gr : 2 ptg sdg
Gula pasir 10 gr : 1 sdm
Susu 200 gr : 1 gelas
7. bahan makanan yang
dianjurkan :
1) Bers
tumbuk,beras ketan hitam,havermout,bulgur,cantel,sorgum,jagung,ubi,singkong,wijen,katul.
2) Kacang-kacangan
: kacang hijau,kacang merah,kacang tolo,kacang kedelai,dsb
3) Sayuran
sebagian dalam bentuk mentah,terutama sayuran yang dapat menimbulkan gas
seperti, kol,sawi,dsb.
4) Buah-buahan
terutama yang dimakan dengan kulitnya,apel,jambu,jambu biji,anggur,pear,dsb.
5) Minyak
dalam bentuk makanan yang digoreng atau diberi santan,atau makanan lain yang
menggunakan minyak.
6) Gula
7) Susu
8) Agar-agar
9) Bumbu-bumbu
yang merangsang : lombok,merica,dsb.
8. Bahan makanan yang
harus dihindarkan :
Bahan
makanan yang tidak memberi sisa seperti aci.
G. Diet
untuk Anemia/Rasa Lelah
Jarang bagi para ibu
hamil yang tidak merasakan “bangun pagi dan beraktivitas”-nya telah hilang
setidaknya selama masa kehamilannya. Hal ini bukanlah sesuatu yang
mengherankan,karena adanya tekanan fisik dan emosi pada tubuhnya. Pada
minggu-minggu awal,janin sedang berkembang,dan hal ini adalah proses
pembentukan yang utama (sekalipun anda tidak melihatnya) yang membutuhkan usaha
kerja keras. Pembentukan bayi masih terus berlanjut,juga dan berlanjut selama
masa kehamilan,membuat anda memerlukan energi yang banyak. Pada saat akhir
kehamilan mulai merasakan peningkatan secara bertahap beban bayi,cairan ketuban
dan lain-lain,yang setara dengan membawa beban diperut anda sepanjang
waktu,hari demi hari. Karena perut anda terbebani,maka anda akan mudah tidur.
Tidak ada yang dapat
menghilangkan perasaan tersebut. Namun diet makan terbaik (kombinasi dengan
mendengarkan tubuh ketika tubuh memberitahukan bahwa tubuh butuh istirahat)
dapat meminimumkannya dengan menjaga bahan bakar yang diperlukan untuk kegiatan
tersebut. Tubuh sehat yang bergizi tercukupi dengan makan Daily Dozen dapat
menangani stres dengan lebih efektif karena kelahiran daripada tubuh yang
kurang gizi.
Permen,donat,pasrty
danish tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut walaupun iklannya menjanjikan
peningkatan energi sepanjang hari. Segala peningkatan energi yang berasal dari
gula akan diproses,dan akan diubah menjadi gula darah sehingga anda akan
menjadi lebih capai daripada sebelumnya. Kafein,juga hanya menyediakan bahan
perangsang kimia yang bkerja meningkatkan energi sementaara waktu jangan
tergoda untuk memasukannya dalam daftar sebagai cara untuk melawan kelelahan.
Jika anda sangat lelah dan disertai pingsan pucat,sulit bermafas,dan
berdebar-debar anda mungkin menderita anemin. Seringkali pada kehamillan,anemia
yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yang dapat terjadi meskipun anda makan
makanan kaya akan zat besi dan minum suplemen yang mengandung zat besi.
Laporkan rasa lelah yang berlebihantersebut kepada dokter anda dan mintalah tes
darah untuk memeriksa apakah menderita anemia.
1. Tujuan diet :
Memberi makanan secukupnya untuk
memenuhi kebutuhan kalori dan protein yang bertambah guna mencegah dan
mengurangi kerusakan jaringan tubuh atau guna menambah berat badan hingga
mencapai normal.
2. Syarat-syarat :
1) Tinggi
kalori
2) Tinggi
protein
3) Cukup
mineral dan vitamin
4) Mudah
cerna
3. Macam diit dan indikasi
pemberian :
Diit tinggi kalori
tinggi protein diberikan kepada penderita :
1) Gizi
kurang : defisiensi kalori,protein dan anemia
2) Hyperthyroid
3) Sebelum
dan sesudah operasi tertentu,bila dapat menerima makanan lengkap
4) Baru
sembuh dari penyakir panas tinggi atau penyakit berlangsung lama dan teah dapat
menerima makanan lengkap.
5) Trauma,combustio
atau mengalami perdarahan banyak
6) Hamil
dan post partum
i.
Menurut keadaan
penderita dapat diberikan salah satu dari dua macam Diit Tinggi Kalori Tinggi
Protein (TKTP) di bawah :
ii.
Diit Tinggi Kalori
Tinggi Protein I (TKTP 1)
iii.
Kalori : 2600
iv.
Protein : 100 g (2 g/kg
berat badan)
v.
Diit Tinggi Kalori
Tinggi Protein II (TKTP II)
vi.
Kalori : 3000
vii.
Protein : 125 g (2 ½
g/kgBB)
viii.
Untuk memudahkan
penyelenggaraan,makanan yang diperlukan untuk menambah konsumsi kalori dan
protein ditambahkan pada makanan biasa berupa tambahan lauk dan susu.
|
||TKTP II||
|
||TKTP I||
Berat urt
berat urt
Susu 200
g 1 gls 400 g 2 gls
Telur 50 g 1 btr 100
g 2 btr
Daging 50
g 1 ptg sdg 100 g 2 ptg sdg
TKTP
1 TKTP II
Kalori 2590 3020
Protein 130 g
125 g
Lemak 73 g 103 g
Hidrat arang 398 g 416 g
Kalsium 0,7 g 1,4
g
Besi 30,2 mg 36 mg
Vitamin A 9062 SI 9787 SI
Thiamin 1,5 mg 1,7 mg
Vitamin C 114 mg 116 mg
Pembagian makanan sehari (sebagai
tambahan pada makanan biasa)
Waktu TKTP 1 TKTP
II
Pagi 1
gls susu 1 gls susu
Siang 1 btr telur 1 btr telur 1
ptg daging
Sore 1
gls susu
Malam 1
ptg daging 1 btr telur 1
btg daging
4. Bahan makanan yang baik
diberikan :
Sumber
protein hewani : ayam,daging,hati,ikan,telur,susu,keju
Sumber protein
nabati : kacang-kacangan,dan
hasilnya;tahu,tempe,oncom.
5. Bahan makanan yang
dihindarkan :
Makanan
yang terlalu manis dan gurih yang dapat mengurangi nafsu makan seperti :
gula-gula,dodol,cake,tracis,dsb.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Melakukan
diet pada ibu yang sedang mengandung harus mengikuti diet yang memang
disesuaikan dengan kebutuhan dari ibu hamil itu sendiri, karena ibu hamil pasti
akan mengalami perubahan-perubahan yang umum terjadi pada masa tersebut.
Sehingga apabila melakukan diet tanpa anjuran yang benar akan menyebabkan hal
yang tidak diinginkan atau bahkan fatal.
B.
Saran
Lakukanlah
diet dengan berkonsultasi dengan ahli gizi atau bidan yang dapat mengarahkan
dan memberikan pengetahuan yang lebih luas mengenai proses diet. Pengarahan yang tepat dan penanganan yang tepat
menjadi kunci kesuksesan ibu agar dapat melahirkan dengan baik di masa depan
nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Makanan apa yang anda
butuhkan selama kehamilan by Arlene Eisenberg, Heidi E murkoff, Sandee E
Hathawy. Jakarta 1999
Penuntun Diit by
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar