ANAMNESA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
Anamnesa yang
bidan lakukan pada
trimester III ini tidak selengkap yang kita
lakukan pada saat trimester I, pada kunjungan ulang ini kita hanya melakukan
anamnesa atau pengumpulan data sesuai dengan data fokus saja. Berikut adalah
anamnesa yang kita lakukan pada trimester III :
1.
Keluhan ibu terhadap
kondisi kehamilannya sekarang
Keluhan yang
kita tanyakan kepada pasien pada saat kunjungan ulang ini diantaranya :
·
sering kencing
·
sembelit.
·
Obstipasi
·
Pruritis
a
Keluhan yang
dirasakan ibu baru-baru ini atau keluhan baru yang dirasakan ibu saat ini
(trimester III).
·
Haemoroid
Penyebab :
Penyebab :
ü Pelebaran vena dari anus
ü Hemoroid dapat bertambah besar dalam kehamilan karena adanya kongesti
darrah dalam rongga panggul
ü Relaksasi dari otot halus pada bowel, memperbesar konstipasi dan
tertahannya gumpalan.
·
Gangguan
Pernapasan
Nafas dangkal
terjadi pada 50% wanita hamil, ekspansi diafgrama terbatas karena pembesaran
uterus, dimana rahim membesar mendesak diafragma ke atas
·
Oedema
Penyebab :
Penyebab :
ü Peningkatan sodium yang banyak dan meningkatnya permeabilitas kapiler
sehubungan dengan peningkatan hormon estrogen
ü Peningkatan tekanan vena
ü Penurunan vena kembali ke struktur awal
ü Varices vena dengan kongesti
ü Defisiensi diet protein
ü Peningkatan diet sodium
·
Perubahan
libido
Penyebab :
ü Wanita
mungkin mengalami sakit ulu hati dan gangguan pencernaan. Mungkin juga hemoroid
atau hal lain yang mengurangi nafsu seksual
ü Kelelahan
dan perubahan yang berhubungan dengan tuanya kehamilan mungkin terjadi pada
trimester 3, seperti kurang tidur dan ketegangan
ü Rasa letih
yang berlebihan disebabkan perubahan hormon yang dapat mengurangi daya tarik
seksual
ü Rasa takut
menyebabkan kecemasan yang dapat menyebabkan pasangan menghindari,
mengekspresikan hubungan seksual.
ü Bila ada
kehamilan yang lalu pernah mengalami perdarahan yang berulang maka aktifitas
seksual dipandang sebagai ancaman terhadap janin
ü Nyeri waktu
coitus disebabkan karena uterus terdorong ke bawah
ü Pengaruh
janin menimbulkan penurunan seksual
Pada setiap keluhan yang ibu ungkapkan
kita harus bisa mengidentifikasi apakah ada kemungkinan gejala dari
komplikasi-komplikasi pada kehamilan, Setiap masalah atau tanda-tanda bahaya seperti :
·
perdarahan vagina
·
sakit kepala yang hebat
·
perubahan visual secara tiba-tiba
·
nyeri abdomen yang hebat
·
bengkak pada muka/ tangan,
b
Kekhawatiran-kekhawatiran lain dalam hal ini
berkaitan dengan kondisi psikologis ibu seperti :
· Kekhawatiran
ibu mengenai apakah
bayi yang dikandungnya sehat,
· Persepsi ibu
mengenai melahirkan
itu sakit.
· Perasaan ibu pada kunjungan
sekarang.
2. Kondisi janin
Untuk mengidentifikasi kondisi janin
pada trimester ini kita harus menanyakan mengenai pergerakan janin yang
dirasakan ibu, normalnya pergerakan janin dapat terasa pada primigravida pada
usia 16 minggu, sedangkan pada multigravida pada usia 14 minggu, jika klien
mengungkapkan tidak mengetahui cara menghitungnya kita dapat memberitahunya
untuk menggunakan benda kecil yang dapat dibawa kemanapun ibu pergi, normalnya
gerakan janin terjadi minimal 10 kali selama satu hari
3. Status gizi ibu, Obat yang dikonsumsi ibu,
tambahan zat besi dan anti tetanus.
Status gizi ibu bisa ditanyakan melalui berapa kali ibu
makan sehari-hari, dan status gizi ibu ini dapat dibuktikan kesesuaiannya
melalui pemeriksaan berat badan pada pengkajian fisik yang selanjutnya kita
lakukan.
Menanyakan apakah ibu mengkonsumsi obat
lain selama kehamilannya atau tidak, karena tidak semua obat dapat dikonsumsi
selama hamil, sebaiknya kita menganjurkan kepada ibu untuk tidak menggunakan
obat apapun pada saat kehamilan kecuali bila ibu mendapatkan resep obat dari
bidan/ dibawah pengawasan bidan. Menanyakan mengenai konsumsi tablet zat besi oleh ibu apakah
berjalan dengan baik atau tidak.
Melakukan Kesimpulan
Anamnesis
Pada akhir anamnesis bidan harus dapat membuat kesimpulan dari anamnesis yang
dilakukan. Kesimpulan tersebut berupa perkiraan diagnosis yang dapat berupa
diagnosis tunggal atau diagnosis banding dari beberapa penyakit. Kesimpulan
yang dibuat haruslah logis dan sesuai dengan keluhan utama pasien. Bila
menjumpai kasus yang sulit dengan banyak keluhan yang tidak dapat dibuat
kesimpulannya, maka cobalah dengan membuat daftar masalah atau keluhan pasien.
Daftar tersebut kemudian dapat digunakan untuk memandu pemeriksaan fisik atau
pemeriksaan penunjang yang akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya dapat
dibuat suatu diagosis kerja yang lebih terarah.
PENGKAJIAN
FISIK PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
Pengkajian Trimester ketiga (26-40 minggu) bisa disebut sebagai kunjungan antenatal ulang, yaitu
pendektesian komplikasi-komplikasi ibu dan janin, mempersiapkan kelahiran dan
kegawatan, pemeriksaan fisik yang terfokus. ditambah kewaspadaan khusus
mengenai preeklampsia (tanya ibu tentang gejala – gejala preeklamsia, pantau
tekanan darah, evaluasi edema.
·
Menentukan
adanya kelainan congenital
·
Menentukan
posisi pasti kehamilan dan letak plasenta
·
Menentukan
umur hamil : Biparietal..
Rincian pemeriksaan fisik pada
trimester III diantaranya :
a
Status nutrisi ibu
Pemeriksaan nutrisi ibu dilakukan
melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan untuk memeriksakan :
·
Mengetahui
peningkatan berat badan ibu yang hubungannya dengan indeks masa tubuh ibu
sebelum hamil. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya indikasi
obesitas atau kekurangan nutrisi pada ibu selama hamil. Pertambahan berat badan pada ibu hamil
berasal dari plasenta dan janin, uterus dan payudara yang membesar, serta
volume darah yang bertambah.
·
Pertambahan
berat badan ibu pada trimester kedua normalnya yaitu ½ kilogram per minggu.
b
Tanda-tanda Vital
Pemeriksaan tanda-tanda vital
terdiri dari tekanan darah, nadi, suhu, dan respirasi,
·
Pemeriksaan
diatas 20 minggu : tekanan darah
dipantau selalu untuk mendeteksi adanya pre eklamsi atau tidak.
·
Pemeriksaan
suhu untuk mendeteksi adanya infeksi. Ibu hamil yang menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. yang ditimbulkan akibat mengalami
demam tinggi antara lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis
Akut (infeksi saluran kemih atas). (Saifuddin, 2002:86)
c
Pemeriksaan
fisik
Pemeriksaan
fisik pada trimester 3 hanya dilakukan pada data fokus saja sesuai dengan
keluhan ibu dan beberapa bagian yang dijadikan sebagai pemeriksaan untuk
penafisan dari komplikasi-komplikasi pada kehamilan.pemeriksaan yang dilakukan
diantaranya :
1.
Mata : warna dari konjungtiva > normalnya berwarna merah muda, apabila
berwarna pucat atau putih itu mengindikasikan adanya anemia pada ibu.
2.
Wajah : oedem > mengindikasikan adanya hipertensi pada kehamilan. Pemeriksaan
edema dapat dilakukan pada wajah, kelopak mata, perut, dan kaki. Selain itu
menginspeksi ada atau tidaknya Chloasma gravidarum
3.
Leher
(misalnya, pembesaran kelenjar tiroid dan pembesaran vena jugularis). Jika
terdapat pembesaran vena jugularis dicurigai ibu mengidap penyakit jantung
4.
Payudara : keadaan puting susu apakah menonjol (normal) ataukah tenggelam
(invertid). Jika invertid dapat dilakukan pemijatan dengan cara hoffman. Selain
itu adanya Hiperpigmentasi mama dan areola mamae atau tidak.
5.
Kulit secara keseluruhan dan Ekstremitas : pemeriksaan oedem, dan ada
atau tidaknya perubahan pignaentasi seperti , Striae alba, striae lividae, dan striae
nigra.
6.
Refleks : terutama refleks lutut, reflesk lutut negatif pada
hypovitaminose B1 dan penyakit urat syaraf
d
Pemeriksaan
obstetri.
Pemeriksaan
obstetri dilakukan dengan 3 cara yaitu inspeksi, palpasi dan auskultasi.
Berikut rinciannya :
Inspeksi abdomen
- Pigmentasi dinding abdomen.
Pemeriksan ini dilakukan untuk
mengidentifikasikana ada atau tidaknya linea nigra maupun striae gravidarum.
·
Tinggi pundus uteri: pertengahan antara proc.
Xyphoideus dan pusat
Palpasi abdomen
Maksud dari
pemeriksaan ini adalah untuk menentukan :
1.
Besarnya
rahim dan disesuaikan dengan umur kehamilannya.
2.
Menentukan
letak anak dalam rahim
Komponen
pemeriksaan obstetri palpasi pada trimester tiga diantaranya :
·
Tinggi
fundus uteri
Pemeriksaan
ini dilakukan untuk membandingkan tinggi fundus uteri apakah sesuaiatau tidak
dengan usia kehamilan seharusnya. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan jari
kita apabila usia kehamilan di bawah 20 minggu, dan menggunakan metline apabila
usia kehamilan menginjak 22 minggu ke atas.
·
Leopold I
Perbedaan
antara bokong dan kepala saat diraba antara lain bokong teraba besar, padat,
tidak rata, dan tidak ada balotemen, sedangkan kepala teraba besar, keras,
rata, dan ada balotemen.
·
Leopold II
Untuk
menentukan letak punggung anak dan ekstremitasnya. Punggung teraba bagian yang datar dan luas, dan ekstremitas
terasa bagian yang kecil-kecil.
· Leopold III
pemeriksaan bagian terbawah janin
masih dapat digoyangkan/tidak, teraba keras/lunak (untuk memastikan lagi
presentasi janin lalu di cocokan dengan hasil pemeriksaan leopold I).
· Leopold IV
untuk memeriksa bagian terbawah
belum/sudah memasuki pintu atas panggul.
Auskultasi abdomen
· Memantau Denyut Jantung Janin.
Alat yang digunakan adalah stetoskop
monokuler yang dapat mendengar denyut jantung janin pada umur kehamilan 18-20
minggu ke atas. Dengan terdengarnya denyut jantung janin, dapat dipastikan
adanya kehamilan, janin hidup, dan letak janin dalam uterus. Suara auskultasi
yang dapat ditangkap dari pihak janin adalah denyut jantung janin, gerakan
janin, dan bising tali pusat, sedangkan dari pihak ibu adalah denyut aorta,
bising uterus, dan bising usus.
Jika bunyi denyut jantug
janin reguler pemeriksa menghitungnya selama 15 detik lalu menkalikannya 4, jika bunyi yang terdengar
irregurel atau tidak teratur pemeriksa menghitung denyut jantung janin selam 1
menit penuh. Denyut jantung janin normalnya berkisar 120-160 kali per menit.
Bunyi jantung anak paling
jelas terdengar pada bagian punggung karena pada bagian dada terhalang oleh
ekstremitas bayi.
KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL
A. OKSIGEN
Oksigen
Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan
untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan tubuhnya dan
untuk aktivitas berbagai organ atau sel.Asupan oksigen bisa terganggu disebakan
oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang
berlebihan, karena kegian yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen
lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga
ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim. Kebutuhan
oksigen pada ibu hamil meningkat 20% sebagai respon dari kehamilannya
Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia
sama yaitu:
· Udara yang
bersih
· Tidak kotor /
polusi udara
· Tidak bau, dsb.
Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang
dipenuhi oleh polusi udara (terminal, ruangan yang sering dipergunakan untuk
merokok).
B.
NUTRISI
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 %
dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan
untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 % digunakan
untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibunya.
Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil 11-13 kg.
Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil
berguna untuk :
· Pertumbuhan dan
perkembangan janin
· Mengganti
sel-sel tubuh yang rusak
· Sumber tenaga
· Mengatur suhu
tubuh dan cadangan makanan
Beberapa hal harus diperhatikan ibu hamil untuk
menjalani proses kehamilan yang sehat, antara lain :
· Konsumsilah
makanan dengan porsi yang cukup dan teratur
· Hindari makanan
yang terlalu asin dan pedas
· Hindari makanan
yang mengandung lemak cukup tinggi
· Hindari makanan
dan minuman yang mengandung alkohol
· Hindari makanan
yang mengandung bahan pengawet dan zat pewarna
· Hindari merokok
Hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil
adalah makanan yang dikonsumsi terdiri dari susunan menu yang seimbang yaitu
menu yang mengandung unsur-unsur sumber tenaga, pembangun, pengatur dan
pelindung.
1. Sumber Tenaga
(Sumber Energi)
Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar
300 kalori perhari sekitar 15 % lebih banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000
kalori dalam sehari. Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak.
2. Sumber
Pembangun
Sumber zat pembangun dapat diperoleh dari
protein. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 800 gram/hari. Dari jumlah
tersebut sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dan kandungan.
3. Sumber Pengatur
dan Pelindung
Sumber zat pengatur dan pelindung dapat
diperoleh dari air, vitamin dan mineral. Sumber ini dibutuhkan tubuh untuk
melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran proses
metabolisme tubuh.
Kebutuhan makanan sehari-hari untuk ibu hamil,
yaitu :
· Kalori : 2500
Kkal
· Protein : 85 g
· Kalsium (Ca) :
1,5 g
· Zat besi (Fe) :
15 mg
· Vitamin A :
6000 IU
· Vitamin B : 1,8
mg
· Vitamin C : 100
mg
· Riboflavin :
2,5 mg
· As nicotin : 18
mg
· Vitamin D :
400-800 IU
Pada umumnya kebutuhan makanan bagi ibu hamil
untuk setiap trimester berbeda-beda, hal ini berhubungan dengan kondisi ibu
pada setiap trimester tersebut. Pada kehamilan trimester pertama (0-14 minggu),
umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan muntah. Pada
kondisi ini, ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin tumbuh baik.
Makanlah makanan dengan porsi kecil tapi sering, seperti sup, susu, telur,
biskuit, buah-buahan segar dan jus.
Pada trimester ketiga (sampai usia 40 minggu) nafsu makan
sangat baik, tetapi jangan kelebihan, kurangi karbohidrat, tingkatkan
protein,sayur-sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap dikonsumsi. Selain itu
kurangi makanan terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti garam,
ikan asin, telur asin, tauco dan kecap asin) karena makanan tersebut akan
memberikan kecenderungan janin tumbuh besar dan merangsang timbulnya keracunan
saat kehamilan.Untuk memperoleh asupan makanan yang sehat, ibu hamil dianjurkan
untuk mengolah makanan secara sehat pula.
Adapun cara pengolahan makanan yang sehat dan
tepat sebagai
berikut :
·
Pilihlah
sayuran dan buah-buahan yang segar dan berwarna kuning
·
Pilihlah daging
dan ikan yang segar
·
Cucilah tangan
yang bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan
·
Cucilah bahan
makanan yang bersih
·
Jangan memasak
sayuran sampai layu
·
Konsumsilah
makanan yang diolah sampai matang
·
Hindari
pemakaian zat pewarna, pengawet, bumbu masak (vetsin)
·
Hindari
pemakaian minyak yang sudah berkali-kali digunakan
·
Perhatikan
tanggal kadaluarsa dan komposisi vitamin, mineral dan tempat makanan kalengan.
C. PERSONAL HYGENE
Personal Higine ibu hamil perlu diperhatikan
karena dengan perubahan sistem metabolisme mengakibatkan peningkatan
pengeluaran keringat. Keringat yang menempel
Di kulit meningkatkan kelembapan kulit dan
memungkinkan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Personal hygiene adalah kebersihan yang
dilakukan untuk diri sendiri.
Kebersihan badan mengurangkan kemungkinan
infeksi, karena badan yang kotor banyak mengandung kuman-kuman. Personalhygene
diantaranya :
1. Cara merawat gigi
Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena
hanya gigi yang baik menjamin pencernaan
yang sempurna. Caranya antara lain :
· Tambal gigi
yang berlubang
· Mengobati gigi
yang terinfeksi
· Untuk mencegah
caries
ü Menyikat gigi dengan teratur
ü Membilas mulut dengan air setelah makan atau
minum apa saja
ü Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau
basa
2. Manfaat mandi
· Merangsang
sirkulasi
· Menyegarkan
· Menghilangkan
kotoran yang harus diperhatikan
ü Mandi hati-hati jangan sampai jatuh
ü Air harus bersih
ü Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas
ü Gunakan sabun yang mengandung antisept
3. Perawatan rambut
Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3
kali
4. Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu
harus dibersihkan kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi
eczema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan
supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi. Selama kehamilan,
papila harus disiapkan agar menjadi lentur, kuat dan tidak ada sumbatan.
Persiapan dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali sehari setelah usia kehamilan 7
bulan. Caranya dengan kompres masing-masing putting susu selama 2-3 menit
dengan kapas yang dibasahi minyak, kemudian tarik dan putar putting ke arah
luar 20 kali, ke arah dalam 20 kali. Pijat daerah areola untuk membuka saluran
susu. Bila keluar cairan, oleskan ke papila dan sekitarnya. Kemudian payudara
dibersihkan dengan handuk yang lembut. Putting susu yang terbenam atau datar
perlu dikoreksi agar dapat menonjol keluar sehingga siap untuk disusukan kepada
bayi. Masalah ini dapat diatasi dengan bantuan pompa putting ("nipple
puller") pada minggu terakhir kehamilan.
Catatan : kalau putting susu tenggelam kita bisa
menggunakan tekhnik Hoffman.. dengan cra di tarik oleh ibu jari, di tarik ke
kiri-kanan, atas-bawah
5. Perawatan vagina / vulva
Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi
vagina kecuali dengan nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan dapat
menimbulkan emboli udara. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah
· Celana dalam
harus kering
· Jangan gunakan
obat / menyemprot ke dalam vagina
· Sesudah bab /
bak dilap dengan lap khusus
6. Perawatan kuku
Kuku bersih dan pendek
D. PAKAIAN
Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman,
mudah menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian
perut / pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher,
stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan
karena dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus ringan dan
menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu harus
terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik
bagi kaki, khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan
cedera kaki yang sering terjadi. Kaos kaki ketat tidak boleh digunakan.
Kebersihan harus selalu dijaga pada masa hamil.
Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Jika telah sering hamil, maka
pemakaian setagen untuk menunjang otot-otot perut baik dinasehatkan pada ibu
hamil. Sepatu atau alas kaki yang tinggi sebaiknya jangan dipakai, oleh karena
tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir atau jatuh.
Mammae yang bertambah besar juga membutuhkan kutang atau BH yang lebih besar
dan cukup menunjang.Tak bisa disangkal, hampir semua bagian tubuh memang
bertambah besar dan berat di saat hamil. Alhasil, pakaian dalam mesti beli baru
biar pas dan nyaman.
1. Bra
Selama hamil, payudara perlu tersangga dengan
baik. Jadi, perhatikan kiat berikut:
· pilih bra yang
biasa dipakai untuk berolahraga, bra biasa tapi tanpa kawat penyangga (kawat
penyangga dapat mencederai jaringan payudara yang lembut), atau bra khusus
untuk kehamilan
· sebenarnya, ibu
tidak harus mengenakan bra khusus untuk kehamilan, namun pemakaian bra jenis
ini dapat menyangga payudara dengan baik, sehingga terasa nyaman saat Anda
bergerak
· ada bra yang
bisa dipakai sejak masa hamil hingga menyusui. Bra jenis ini memiliki “jendela”
yang bisa dibuka bila Anda ingin menyusui bayi kelak. Bra ini juga memudahkan,
mengingat setelah melahirkan Anda perlu pakai bra siang dan malam (terutama di
minggu pertama), untuk menghindari tetesan ASI “tumpah” ke mana-mana
· pilih yang
bahan dasarnya katun, agar kulit bisa “bernapas” dengan nyaman. Sekalipun
begitu, bahan elastis yang menyertainya akan membuat bra lebih lentur ketika
ukurannya berubah
· untuk payudara besar, bra yang memiliki tali
bahu lebar, sehingga dapat menahan beban payudara. Selain itu, Anda pun tetap
terlihat seksi
· pastikan
penyangga bra di bagian bawah cup nyaman dipakai. Jika terlalu ketat dapat
memicu sakit di ulu hati. Selain itu, bra yang terlalu ketat akan menahan
aliran darah seputar payudara, dan meningkatkan kemungkinan penyumbatan saluran
air susu (mastitis). Memakai bra yang pas akan menghindari berbagai gangguan
tersebut
2. Celana
Karena perut yang mulai membesar, terkadang akan
lebih terasa nyaman bila bagian pinggangnya ditarik ke bawah hingga di bawah
garis perut (bikini line). Namun, umumnya celana dalam harus diganti dengan
yang lebih besar setelah kehamilan melewati usia 16 minggu.
· perhatikan
ukuran dan karet celana, jangan sampai menekan perut, pinggang atau lingkar
paha
· celana dalam
yang pas, menutupi sekaligus menyangga perut dan bokong, serta tidak terlalu
ketat menekan bagian selangkangan, akan sangat membantu ibu hamil yang
mengalami varises (pembesaran pembuluh darah balik vena.
· pilih celana
dalam berbahan dasar katun, karena memberi “ventilasi” yang baik sehingga
menghambat pertumbuhan jamur. Ingat, selama hamil suhu tubuh akan meningkat dan
cairan vagina juga kadang-kadang keluar, sehingga membuat ibu hamil rentan
terhadap infeksi bakteri
3. Korset
Korset yang khusus untuk ibu hamil dapat
membantu menekan perut bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung. Korset
ibu hamil didesain untuk meyangga bagian perut diatas sympisis pubis di sebelah
depan dan masing-masing di sisi bagian tengah pinggang disebelah belakang.
Pemakaian korset tidak boleh menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan ketat
tapi lembut) pada perut yang membesar dan dianjurkan pada wanita hamil yang
mempunyai tonus otot perut yang rendah.
E. ELIMINASI
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil trimester III berkaitan dengan
eliminasi adalah konstipasi dan sering
buang air kemih. Konstipasi
terjadi karena adanya pengaruh hormon
progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi.
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan
menganjurkan mengkonsumsi makanan tinggi
serat dan banyak minum air putih,
terutama ketika lambung dalam keadaan
kosong. Meminum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerak peristaltik usus.
Jika ibu sudah mengalami
dorongan, maka segeralah untuk buang air
besar agar tidak terjadi konstipasi.
Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada trimester I dan III. Hal
tersebut adalah kondisi yang fisiologis. Pada trimester III terjadi
pembesaran janin yang juga menyebabkan desakan pada kantong kemih. Tindakan
mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan ini sangat tidak
dianjurkan, karena akan nenyebabkan
dehidrasi.
1.
BAB
(Buang Air Besar) :
Frekuensi:
Tanyakan kepada klien,
apakah BAB nya tertatur. Apabila klien mengatakan terlalu sering, bisa
dicurigai klien mengalami Diare (sering dan feses cair), Inkontinensia usus
(sering dan pengeluaran feses tidak disadari). Sebaliknya, apabila klien
mengatakan terlalu jarang BAB, bisa dicurigai klien mengalami Konstipasi
(jarang, feses kering dan keras), Fecal impaction (masa feses keras dilipatan
rektum).
Warna:
Tanyakan kepada klien, apa
warna fesesnya. Normalnya feses berwarna kuning kecoklatan coklat muda).
Masalah:
Tanyakan kepada klien
apakah ada masalah-masalah dalam eliminasi feses seperti yang telah disebutkan
pada poin frekwensi di atas. Tindakan-tindakan yang bisa dilakukan bidan untuk
mengatasi masalah eliminasi feses seperti menganjurkan mengkonsumsi
sayur-sayuran yang penuh serat.
Konstipasi dapat dicegah
dengan :
·
Cukup
banyak minum
·
Olah
raga
·
Pemberian
laksatif ringan seperti jus dan
buah-buahan
2.
BAK
(Buang Air Kecil) :
Frekuensi
:
Tanyakan kepada klien
seberapa sering ia berkemih dalam sehari. Meningkatnya frekuensi berkemih
dikarenakan meningkatnya jumlah cairan yang masuk, atau bisa juga karena adanya
tekanan dinding uterus yang membesar karena kehamilan terhadap dinding vesica
urinaria sehingga organ tersebut hanya bisa menampung sedikit urin dan
menyebabkan wanita hamil sering berkemih. Apabila ternyata klien mengalami
kesulitan berkemih, maka bidan harus dapat mengambil tindakan, misalnya
memasang kateter.
Warna
Tanyakan bagaimana warna
urin klien. Normalnya urien berwarna bening. Apabila klien mengatakan bahwa
urinnya keruh bisa dicurigai klien menderita DM, karena urin yang keruh bisa
disebabkan karena menumpuknya glukosa dalam urin yang merupakan tanda dan
gejala pada penderita DM.
Bau
Tanyakan kepada klien,
bagaimana bau urinnya. Bau urin normal seperti bau Amonia ( NH3).
Masalah
Tanyakan kepada klien,
apakah ada masalah dalam proses eliminasi urin. Masalah-masalah dalam proses
eliminasi urin misalnya Disuria (rasa sakit dan kesulitan saat berkemih),
Poliuria (produksi urin abnormal dalam jumlah besar oleh ginjal, tanpa adanya
peningkatan asupan cairan), Urinaria supresi (berhentinya produksi urin secara
mendadak) dan sebagainya
kandung kemih yang penuh dapat menyebabkan:
· memperlambat
turunnya bagian terendah janin
· menimbulkan
rasa tidak nyaman
· meningkatkan
resiko perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri
· mengganggu
penatalaksanaan distosia bahu meningkatkan resiko infeksi saluran kemih
pascapersalinan
F.
SEKSUAL
Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan
biologis yang tidak dapat ditawar, tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang
hamil, kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual.
Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan perlu dihindari
hubungan seksual karena dapat
membahayakan. Bisa terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa pecah,
dan persalinan bisa terangsang
karena, sperma mengandung prostaglandin.
Perlu diketahui keinginan seksual ibu hamil tua
sudah berkurang karena berat perut yang
makin membesar dan tekniknya pun sudah sulit dilakukan. Posisi diatur untuk
menyesuaikan pembesaran perut. Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa
kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala
sudah masuk kedalam rongga panggul, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat
menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan.
Sebagian perempuan takut melakukan hubungan
seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh
mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang
berkembang di dalam rahim mereka. Kelelahan dan perubahan yang berhubungan
dengan tuanya kehamilan mungkin terjadi pada trimester 3, seperti kurang tidur
dan ketegangan. Rasa letih yang berlebihan disebabkan perubahan hormon yang
dapat mengurangi daya tarik seksual. Rasa takut menyebabkan kecemasan yang
dapat menyebabkan pasangan menghindari hubungan seksual. Bila ada kehamilan
yang lalu pernah mengalami perdarahan yang berulang maka aktifitas seksual
dipandang sebagai ancaman terhadap janin. Nyeri waktu coitus disebabkan karena
uterus terdorong ke bawah Pengaruh janin menimbulkan penurunan seksual
Hubungan seksual selama kehamilan tidak
dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti berikut ini.
· Sering abortus
dan kelahiran prematur.
· Perdarahan per
vaginam.
· Koitus harus
dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan.
· Bila ketuban
sudah pecah, koitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin intrauteri
Peran bidan diantaranya memberikan konseling
pada ibu mengenai hubungan seksual:
· Sarankan ibu
agar tetap melakukan dengan hati-hati, sarankan pada suaminya untuk gunakan
kondom atau ejakulasi di luar.
· Sarankan ibu
menggunakan posisi Woman sitting on top (duduk di atas suami) untuk menghindari
tekanan ke payudara dan perut karena ukuran perut mulai besar. Keuntungan lain
posisi ini, ibu dapat mengendalikan dengan tangannya. Ibu dapat leluasa
menentukan sendiri kedalaman dan kecepatan irama penetrasi
· Menjelaskan dan
memberikan support pada ibu maupun suami. Jelaskan mengenai perubahan atau
masalah seksual selama kehamilan adalah normal dan dapat disebabkan oleh
pengaruh hormon estrogen dan psikologis
· Diharapkan
keluarga ibu dan suami menerima hal ini. Jelaskan juga pada ibu dan suaminya
bahwa kehamilan muda atau tua jangan melakukan hubungan seksual dalam frekuensi
yang sering. Beritahu kepada keluarga tetang perlunya pendekatan memberikan
kasih sayang pada istri untuk mengalihkan rangsangan seksual secara fisik
menjadi kontak psikis.
G. MOBILISASI & BODY MEKANIK
Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya
memperlakukan diri dengan baik dan kiat
berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi
tegang. Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk
membentuk aktivitas sehari-hari yang
aman dan nyaman selama kehamilan. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan
sakit pinggang.
Memberikan pengarahan kepada ibu mengenai
alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang :
1 Gerakan atau
goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk di kursi dengan punggung yang lurus
atau goyangkan panggul dengan posisi berdiri pada sebuah dinding.
2 Untuk berdiri
yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu letakkan satu kaki diatas alas yang rendah
secara bergantian atau menggunakan
sebuah kotak.
3 Untuk duduk
yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut
lebih tinggi dari pada paha.
4 Menggunakan
body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.
· Untuk
menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan cara membengkokan
kedua lutut punggung harus lurus, kaki terpisah
12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan.
· Untuk
mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan
agak kedepan dari pada yang lain dan
juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak
kebelakang dari yang lain sambil ibu
menaikkan atau merendahkan dirinya.
5 Menyarankan
agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit yang rendah tidak
lebih dari 1 inchi.
H. EXERCISE ( SENAM HAMIL )
Senam hamil bukan merupakan suatu keharusan.
Namun, dengan melakukan senam hamil akan banyak memberi manfaat dalam membantu
kelancaran proses persalinan, antara lain dapat melatih pernapasan, relaksasi,
menguatkan otot-otot panggul dan perut, serta melatih cara mengejan yang benar.
Tujuan senam hamil yaitu memberi dorongan serta
melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap, agar ibu mampu menghadapi
persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan
mudah. Manfaat senam hamil secara teratur dan terukur: Memperbaiki sirkulasi
darah, mengurangi pembengkakan, memperbaiki keseimbangan otot, mengurangi
risiko gangguan gastro intestinal termasuk sembelit, mengurangi kram atau
kejang kaki, menguatkan otot perut, mempercepat proses penyembuhan setelah
melahirkan.
Senam hamil pada kehamilan normal dilakukan
atas nasehat dari dokter atau bidan, dan dapat dimulai pada kehamilan kurang
dari 16 - 38 minggu.
Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari
senam hamil sebagai berikut :
· Mencegah
terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat
menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan
lain-lain
· Melatih dan
mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses
persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan
kebutuhan 02 terpenuhi
· Memperkuat dan
mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan
lain-lain
· Membentuk sikap
tubuh yang sempurna selama kehamilan
· Memperoleh
relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
· Mendukung
ketenangan fisik
Manfaat
· Memperkuat dan
mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul yang
penting dalam proses persalinan
· Melatih sikap
tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-keluhan seperti sakit
· Perempuan
mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan
secara lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga
proses persalinan normal langsung relatif cepat.
· Membuat tubuh
lebih rileks(membantu mengatasi stress dan rasa sakit akibat his ketika bersal
I.
ISTIRAHAT/TIDUR
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan
yang melelahkan, tapi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari
pekerjaan yang tidak disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi
duduk, berdiri dalam waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan
pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan
bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan
kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi
hingga seminimal mungkin. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang ±
1 jam.
Prinsipnya, ibu hamil mesti istirahat cukup dan
dianjurkan tidur 8 jam sehari. Namun begitu jangan lupa untuk melakukan
aktivitas fisik yang ringan, agar tubuh lebih sehat dan fit.
Ibu hamil dianjurkan untuk merencanakan periode
istirahat, terutama berbaring miring dianjurkan untuk meningkatkan perfusi
uterin, dan mengambil posisi telentang kaki diangkat pada dinding untuk
meningkatkan aliran vena dari kaki dan mengurangi oedema kaki dan varices vena.
Membebaskan pikiran dan badan dari ketegangan
yang sengaja diupayakan dan dipraktekkan dapat dimanfaatkan sebagai pedoman
mengurangi stress. Waktu terbaik setelah makan siang, awal istirahat sore,
serta malam sewaktu tidur (Asrinah, 2010, hal 101).
J.
IMUNISASI
|
Tabel 2.1 Imunisasi TT Antigen
|
Interval (selang waktu minimal)
|
Lama perlindungan
|
% Perlindungan
|
|
TT 1
|
Pada kunjungan antenatal pertama
|
-
|
-
|
|
TT 2
|
4 minggu setelah TT 1
|
3 tahun
|
80
|
|
TT 3
|
6 bulan setelah TT 2
|
5 tahun
|
95
|
|
TT 4
|
1 tahun setelah TT 3
|
10 tahun
|
99
|
|
TT 5
|
1 tahun setelah TT 4
|
25 tahun/ seumur hidup
|
99
|
K. TRAVELING
Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena
dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta
Oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman
yang dikenakan dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika
mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara.
Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada
perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima
dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergian.
Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diare karena
asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat
perjalanan yang melelahkan.
PERSIAPAN PERSALINAN & KELAHIRAN BAYI
Persiapan Persalinan
Rencana persalinan adalah rencana tindakan yang
dibuat oleh ibu, anggota keluarganya dan bidan. Rencana ini lebih hanya sekedar
diskusi untuk memastikan bahwa ibu dapat menerima asuhan yang diperlukan.
Apabila ibu merasa salah satu tanda persalinan antara lain: Perut mulai tegang
dan mengencang secara teratur setiap 10 atau 15 menit, his yang teratur
disertai nyeri mulai dari perut menjalar ke ari-ari, fundus uteri turun, servik
menjadi lembek, keluar lendir bercampur darah, ibu merasa sakit pinggang, rasa
nyeri yang menjalar kebagian perut bawah, Kadang-kadang keluar cairan
pervaginam (ketuban pecah) (Salmah, 2006, hal 116).
Hendaknya segera pergi ke tenaga kesehatan atau
tempat bersalin yang sudah disepakati antara suami, istri dan keluarga lainya.
Persiapan ibu dan keluarga untuk persalinan adalah Ibu harus mempersiapkan
fisik dan mental, pakaian ibu dan bayi, transportasi, biaya persalinan,
pendamping saat persalinan.
Ada 5 komponen penting dalam rencana Persalinan
:
1. Langkah I :
Membuat rencana persalinan
Idealnya setiap keluarga mempunyai kesempatan
untuk membuat suatu rencana persalinan. Hal-hal di bawah ini haruslah digali
dan diputuskan dalam membuat rencana persalinan tersebut :
· Tempat
persalinan
· Memilih tenaga
kesehatan terlatih
· Bagaimana
menghubungi tenaga kesehatan tersebut
· Bagaimana
transportasi ke tempat persalinan
· Berapa banyak
biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara
· mengumpulkan
biaya tersebut
· Siapa yang akan
menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
2. Langkah II :
Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika
·
terjadi
kegawatdaruratan pada saat pengambil keputusan tidak ada.
·
Penting bagi
bidan dan keluarga untuk mendiskusikan :
·
Siapa pembuat
keputusan utama dalam keluarga ?
·
Siapa yang akan
membuat keputusan jika pembuat keputusan utama
·
tidak ada saat
terjadi kegawatdaruratan ?
3. Langkah III : Mempersiapkan
sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
Setiap keluarga seharusnya mempunyai rencana
transportasi untuk ibu,jika ia mengalami komplikasi dan perlu segera di rujuk
ke tingkat asuhan yang lebih tinggi.
Rencana
ini perlu dipersiapkan lebih dini dalamkehamilan dan harus terdiri dari
elemen-elemen di bawah ini :
·
Dimana ibu akan
bersalin (Desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit)
·
Bagaimana cara
menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawatdaruratan
·
Bagaimana cara
mencari donor darah yang potensial
4. Langkah IV :
Membuat rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung
sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan
jika terjadi kegawatdaruratan. Banyak sekali kasus, dimana ibu tidak mencari
asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang
diperlukan.
5. Langkah V :
Mempersiapkan langkah yang diperlukan untuk persalinan
Seorang ibu dapat mempersiapkan segala
sesuatunya untuk persalinan. Ia dan keluarganya dapat mengumpulkan
barang-barang seperti pembalut wanita atau kain, sabun, seprai dan menyimpannya
untuk persiapan persalinan.
Kelahiran Bayi
·
Yang Harus
Disiapkan Oleh ibu
Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan anda
waktu persiapan akan terasa begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan
terjadi kadang tak dapat dipastikan. Adalah lebih baik jika anda sudah
mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada saat hari yang
ditunggu tersebut tiba.
Setelah kehamilan anda mencapai sekitar 7 bulan
atau akhir kehamilan 28 minggu persiapkanlah barang-barang untuk persalinan
yang akan dibawa ke rumah sakit dan masukkan kedalam satu tas khusus. Dan anda
tidak boleh lupa memberitahukan suami anda mengenai tas khusus yang telah anda
persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba semuanya telah siap dan suami
andapun tidak lupa untuk membawa serta tas besar yang telah anda persiapkan
jauh-jauh hari sebelumnya ini.
ü Beberapa barang yang diperlukan untuk IBU di
rumah sakit
ü Baju tidur
Bawalah
baju tidur yang nyaman untuk anda pakai, sebaiknya yang mempunyai kancing di
bagian depan sehingga mempermudah untuk menyusui bayi anda. Bawalah baju tidur
dengan jumlah yang cukup anda dapat memperkirakan untuk persalinaN normal atau
alamiah biasanya 2 hari dan untuk persalinan operasi Caesar dibutuhkan 4-5
hari.1 set baju untuk anda pulang dari rumah sakit. Anda mungkin masih tetap
terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk
semula. Untuk itu bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.
ü Sandal. Untuk anda berjalan sepanjang koridor
rumah sakit dan juga menjaga kaki anda untuk tetap hangat.
ü Pakaian dalam. Bawalah BH untuk menyusui dan
celana dalam secukupnya.
ü Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.
ü Gurita atau korset untuk ibu baru bersalin.
ü Perlengkapan anda. Bawalah juga bedak, sisir,
lipstick, pengharum tubuh/deodoran anda untuk anda berdandan karena anda akan
bertemu dengan teman atau keluarga yang mengunjungi anda setelah proses
kelahiran.
ü Handuk, sabun. Pada beberapa rumah sakit
menyediakannya, tapi tergantung bila anda ingin menggunakan milik anda sendiri
maka anda lebih baik mempersiapkannya.
·
Keperluan Untuk
Bayi:
Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh
rumah sakit. Anda cukup menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.
ü Popok, bawalah beberapa buah.
ü Baju bayi, bawalah 2 buah karena bayi kadang
Gumo(memuntahkan sedikit susu ).
ü Selimut atau Bedong.
ü Kaos kaki dan tanggan.
ü Gendongan.
·
Persiapan Dana
Persalinan normal umumnya membutuhkan biaya
yang relatif ringan. Namun, bila persalinan diperkirakan harus dilakukan dengan
tindakan operatif, maka persiapan dana yang lumayan besar harus segera
dilakukan. Untuk mengetahui apakah nanti akan dilakukan sesar, pasangan harus
selalu berkonsultasi ke dokter. Lewat konsultasi ini diharapkan, segala
kemungkinan yang bakal terjadi bisa lebih dicermati.
Bila diperkirakan lahir dengan sesar, pasangan
tentunya sudah bisa berancang-ancang mempersiapkan dananya sejak jauh hari.
Bila dana sudah terkumpul, otomatis beban mental suami juga bisa lebih
teratasi\
·
Suami Siaga
(Siap Antar Jaga)
Dr. Rudiyanti, Sp.OG. dari RS Internasional
Bintaro, menegaskan, "Yang paling utama, mental harus dipersiapkan untuk
menghadapi trimester pertama kehamilan dan menjelang persalinan."
Persiapan mental suami, menurutnya, sangat diperlukan dalam menghadapi
kelahiran bayi
·
Perubahan Fisik
& Mental Istri
Di trimester awal biasanya perubahan pada ibu
terjadi secara menyolok. Meningkatnya produksi hormon progesteron membuat
sikapnya sering berubah-ubah sesuai mood yang sedang dialaminya saat itu.
Kadang gembira, sedih, marah-marah, ketus, dan sebagainya. Contoh kecil,
sehabis sibuk bekerja, sesampainya di rumah suami bukannya disambut dengan
senyuman. Istri malah menunjukkan wajah resah disertai keluhan pusing, mual,
muntah, emosi yang meledak-ledak, dan sebagainya. Bila suami tidak siap mental,
perselisihan dengan istri sangat mudah terjadi.
Perubahan emosi ini, selain karena perubahan
hormon juga disebabkan oleh kondisi tubuh ibu yang tiba-tiba menjadi tidak
nyaman.
Kalau begitu keadaannya, bagaimana tidak
mempengaruhi kondisi emosionalnya. Ia jadi gampang marah, mudah kesal,
cenderung malas, dan sebagainya. Bila suami sudah bersiap diri dengan
mempelajari dan memahami berbagai perubahan yang bakal terjadi, menghadapinya
akan lebih mudah. Paling tidak suami bisa membekali dirinya dengan sikap
memaklumi dan sabar.
Dari segi fisik, mungkin saja perubahan
keseluruhannya masih belum terlalu kentara, tapi di satu sisi mungkin saja
perubahan itu sudah mencapai klimaksnya, seperti munculnya jerawat, keringat,
dan bau badan. Pencapaian klimaks ini dipengaruhi oleh perubahan hormon
kehamilan di awal kehamilan. Hal inilah yang kadangkala membuat istri yang
tadinya berwajah cantik menjadi berbintik-bintik, yang tadinya berkulit mulus
menjadi kusam, yang tadinya wangi menjadi agak bau, dan sebagainya.
Bila tidak diantisipasi dengan persiapan
mental, bisa jadi suami akan terkaget-kaget dan sulit untuk menerima perubahan
itu. Apalagi suami yang bersifat perfeksionis dalam menilai penampilan istri.
Ia seringkali sangat sulit dan berat menerima perubahan ini.
Setelah kehamilan anda mencapai sekitar 7 bulan
atau akhir kehamilan 28 minggu persiapkanlah barang-barang untuk persalinan
yang akan dibawa ke rumah sakit dan masukkan kedalam satu tas khusus. Dan anda
tidak boleh lupa memberitahukan suami anda mengenai tas khusus yang telah anda
persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba semuanya telah siap dan suami
andapun tidak lupa untuk membawa serta tas besar yang telah anda persiapkan
jauh-jauh hari sebelumnya ini.
DAFTAR PUSTAKA
2.
Sulistyawati,
Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika.
3.
SUMBER :
Sulistiyawati, Ari. 2009. Asuhan kebidanan dalam kehamilan. Jakarta : EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar