Sabtu, 07 Oktober 2017

MAKALAH PENILAIAN BBL



BAB I
                                                                                        PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG

Angka kematian bagi bayi khususnya neonates merupakan  indicator dalam menilai status kesehatan masyarakat suatu bangsa dan kini digunakan juga sebagai ukuran untuk menilai kualitas pengawasan antenatal.

Dalam 30 tahun terakhir ini angka kematian bayi menurun dengan mencolok, tapi angka kematian perinatal dalam 10 tahun terakhir kurang lebih menetap. Misi MPS (Making Pregnancy Safer) di Indonesia tahun 2001 -2010 antara lain adalah menurunkan angka kematian neonatal menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup dari  77,3 -137,7 per 1000 (referrai hospital) untuk mencapai sasaran tersebut. Intervensi yang sangat kritis adalah  tersedianya tenaga penolong persalinan yang terampil dan dapat memberikan pelayanan medic. Dengan adanya standar tersebut para petugas kesehatan mengetahui kinerja apa yang diharapkan dari mereka apa yang harus mereka lakukan pada setiap tingkat pelayanan, serta kompetensi apa yang diperlukan.

Mengingat masa neonatal / bayi baru lahir adalah masa penentu. Perkembangan dan pertumbuhan bayi / anak selanjutnya serta di pelukan perhatian dan penanganan yang terpadu dan berkesinambungan.



 

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Penilaian bayi baru lahir

       Keadaan umum bayi dimulai 1 menit setelah lahir dengan penggunaan nilai APGAR. Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak.
       Bila nilai apgar dalam 2 menit belum mencapai nilai 7, maka harus dilakukan tindakan resusitasi lebih lanjut. Bila bayi menderita asfiksia lebih dari 5 menit, kemungkinan terjadi gejala-gejala neurologik lanjutan dikemudian hari lebih besar.
Parameter
Nilai 0
Nilai 1
Nilai 2
Akronim
Warna kulit
Seluruhnya biru
Warna kulit tubuh normal merah muda, tetapi tangan dan kaki kebiruan
Warna kulit tubuh, tangan dan kaki normal merah muda, tidak ada sianosis
Appearance
Denyut Jantung
Tidak ada
<100 kali/menit
>100 kali/menit
Pulse
Respons Refleks
Tidak ada respons terhadap stimulasi
Meringis/menangis lemah ketika distimulasi
Meringis/bersin/batuk saat stimulasi saluran napas
Grimace
Tonus Otot
Lemah / tidak ada
Sedikit gerakan
Bergerak aktif
Activity
Pernapasan
Tidak ada
Lemah atau tidak teratur
Menangis kuat, pernapasan baik dan teratur
Respiration


Jumlah skor
Interpretasi
Catatan
7 – 10
Bayi normal

4 – 6
Agak rendah (asfiksia ringan-sedang)
Memerlukan tindakan medis segera seperti penyedotan lendir yang menyumbat jalan napas, atau pemberian oksigen untuk membantu  bernapas
0 – 3
Sangat rendah (asfiksia berat)
Memerlukan tindakan medis yang lebih intensif

Tujuan tes APGAR adalah untuk menentukan dengan cepat apakah bayi yang baru lahir tersebut membutuhkan penanganan medis segera.
Penilaian Bayi Baru Lahir  :
       Apakah kehamilan cukup bulan ?
       Apakah air ketuban jernih dan tidak terkontaminasi mekonium ?
       Apakah bayi bernapas adekuat atau menangis ?
       Apakah tonus otot bayi baik ?
Bila semua pertanyaan diatas dijawab dengan “ya”, lakukan perawatan rutin (memberikan kehangatan, mengeringkan, membersihakan jalan napas, dll.)
Bila salah satu atau lebih pertanyaan di jawab “tidak”, lakukan langkah awal resusitasi.




B.      Perawatan Bayi Baru Lahir
Perawatan bayi baru lahir meliputi :
1.       Pencegahan infeksi
Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat segera setelah bayi lahir.
       Cara pencegahan infeksi adalah sebagai berikut: cuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan bayi; memakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi; memastikan peralatan yang digunakan steril; dan memastikan semua pakaian maupun perlengkapan bayi dalam keadaan bersih.
2.       Menjaga bayi agar tetap hangat
Langkah awal dalam menjaga bayi agat etap hangat adalah dengan menyelimuti bayi sesegera mungkin sesudah lahir. Lalu tunda memandikan bayi selama setidaknya 6 jam atau sampai bayi stabil untuk mencegah hipotetmi
3.       Membersihkan saluran nafas
Saluran nafas di bersihkan dengan cara menghisap lendir yang ada di mulut dan hidung. Namun, hal ini hanya dilakukan jika diperlukan. Tindakan ini juga dilakukan sekaligus dengan penilaian APGAR score di menit pertama. Bayi normal akan menangis spontan segera lahir. Apabila bayi tidak langsung menangis, jalan napas segera di bersihkan.
4.       Mengeringkan tubuh bayi
Tubuh bayi dikeringkan dari cairan ketuban dengan menggunakan kain atau handuk yang kering, bersih, dan halus. Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi. Untuk bayi yang sehat, hal ini biasanya cukup untuk merangsang terjadinya pernapasan spontan. Jika bayi tidak memberikan respon serta menunjukan tanda tanda kegawatan, segera lakukan tindakan untuk membantu pernapasan
Tubuh bayi dikeringkan mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya dengan lembut tanpa menghilangkan verniks. Verniks akan membantu menyamankan dan menghangatkan bayi. Setelah di keringkan, selimuti bayi dengan kain kering untuk menunggu 2 menit sebelum tali pusat di klem. Hindari mengeringkan punggung tangan bayi. Bau cairan amnion padatangan bayi membantu bayi mencari putting ibunya yang berbau sama.
5.       Memotong dan mengikat tali pusat
       Ketika memotong dan mengikat tali pusat, teknik aseptik dan antiseptik harus di perhatikan.
       Perhatikan tanda – tanda infeksi tali pusat :
Ø  Kemerahan pada kulit sekitar tali pusat
Ø  Tampak nanah atau berbau
Jika terdapat tanda infeksi, nasehati ibu untuk membawa bayinya ke fasilitas kesehatan


6.       Inisiasi menyusui dini (IMD)
Prinsip pemberian ASI adalah dimulai sedini mungkin, pemberian ASI pertama kali dapat dilakukan setelah tali pusat bayi dipotong dan diikat.
       Langkah Inisiasi Menyusui Dini pada BBL :
Ø   lakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi selama paling sedikit 1 jam
Ø   biarkan bayi mencari dan menemukan puting ibu dan mulai menyusu
7.       memberikan identitas diri
Segera setelah IMD bayi baru lahir di fasilitas kesehatan segera mendapatkan tanda pengenal berupa gelang yang dikenakan pada bayi dan ibunya untuk menhidari tertukarnya bayi. Gelang pengenal tersebut beisi identitas nama ibu dan ayah, tanggal, jam lahir, dan jenis kelamin.
Apabila fasilitas memungkinkan, dilakukan juga pembuatan cap telapak kaki bayi pada rekam medis kelahiran dan surat keterangan lahir untuk digunakan orang tua dalam memperoleh akte kelahiran bayi
8.       Memberikan suntikan vit k1
Karena sistem pembekuan darah pada BBL belum sempurna, semua BBL beresiko mengalami perdarahan. Untuk mencegah terjadi perdarahan, pada semua BBL terutama BBLR di berikan suntikan Vit. K1(phytomenadione) sebanyak 1mg dosis tunggal IM pada anterolateral paha kiri.
9.       Memberikan salep mata antibiotik
Salep mata antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata. Salep ini sebaiknya diberikan 1 jam setelah lahir. Salep mata antibiotik yang bisa digunakan tetrasiklin 1%
10.   Memberikan imunisasi
Imunisasi hepatitis B pertama (HB-0) diberikan 1- 2 jam setelah pemberikan vit. K1 secara IM. Imunisasi hepatitis B bermanfaat untuk mencegah infeksi hepatitis B terhadap bayi , terutama jalur penularan ibu-bayi
11.   Melakukan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan atau pengkajian fisik pada BBL dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kelainan yang perlu mendapat tindakan segera.

Prosedur pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir antara lain adalah sebagai berikut :
a.       Menginformasikan prosedur dan meminta persetujuan orang tua
b.      Mencuci tangan dan mengeringkannya ; jika perlu, gunakan sarung tangan
c.       Memastikan penerangan cukup dan hanagat untuk bayi
d.      Memeriksa secara sistematis head to toe
e.      Mengidentifikasi warna kulit dan aktivitas bayi
f.        Mencatat miksi dan meconium bayi
g.       Mengukur Lingkar Kepala (LK), Lingkar Dada (LD),Lingkar Perut(LP), Lingakar Lengan Atas (LILA), dan Panjang Badan (PB) serta timbang Berat Badan (BB) bayi
h.      Mendiskusikan hasil pemeriksaan kepaada orang tua
i.         Mendokumentasikan hasil pemeriksaan




BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
       Keadaan umum bayi dimulai 1 menit setelah lahir dengan penggunaan nilai APGAR. Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak. Tujuan tes APGAR adalah untuk menentukan dengan cepat apakah bayi yang baru lahir tersebut membutuhkan penanganan medis segera.
       Perawatan utama bayi baru lahir mencangkup pencegahan infeksi, menjaga bayi agar tetap hangat,membersihkan saluran napas (hanya jika perlu), mengeringkan tubuh bayi, memantau tanda bahaya, memotong dan mengikat tali pusat,melakukan inisiasi menyusui dini (IMD), memberikan suntikan vitamin K1, memberin salep mata antibiotic, memberi imunisasi hepatitis B, serta melakukan pemeriksaan fisik.




DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Vivian Nanny Lia. 2010. Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Jakarta: Penerbit Salemba Medika
Jitowiyono, Sugeng dan Weni Kristiyanasari. Asuhan keperawatan neonates dan Anak. Yogyakarta: Nuha medika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar