BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Terjadinya kehamilan adalah hal yang alamiah dan proses
melahirkannya pun merupakan proses yang alamiah. Jauh sebelum melahirkan banyak
proses yang dilalui oleh sperma dan juga ovum yang ditemuinya dalam prosesnya.
Proses tersebut terbagi atas Konsepsi,Fertilisasi dan juga Nidas atau
Implantasi. Untuk itu kami membahas secara berurutan proses tersebut.
B. Tujuan
Penulisan
1)
Untuk
memahami definisi kehamilan
2)
Untuk
memahami proses terjadinya kehamilan
BAB II
ISI
A.
Definisi Kehamilan
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)
dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari
konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua yaitu dari bulan ke 4 sampai 6 bulan,
triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9.
Menurut BKKBN kehamilan adalah proses yang diawali dengan
keluarnya sel telur matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan
sperma lalu keduanya menyatu membentuk sel yang akan tumbuh.
Kehamilan
adalah suatu mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari ovulasi
(pematangan sel) lalu pertemuan ovum (sel telur) dan spermatozoa (sperma)
terjadilah pembuahan dan pertumbuhan zigot kemudian bernidasi (penanaman) pada
uterus dan pembentukan plasenta dan tahap akhir adalah tumbuh kembang hasil
konsepsi sampai atrem (Manuaba dkk,2012;hal 75).
B.
Proses Terjadinya Kehamilan
Proses terjadinya kehamilan terbagi atas beberapa bagian
yang kami urutkan sebagai berikut :
1)
Sperma
memasuki vagina
Sperma diejakulasikan di forniks vagina saat
koitus,menuju ke ampula tuba sebagai tempat fertilisasi.
2)
Proses
kapasitasi
Sperma mengalami perubahan biokimiawi agar lebih kuat
untuk mencapai ampula tuba.
3) Reaksi akromosom
Sperma mengadakan pengeluaran cairan hyaluronidase dan
tripsin agar bisa menembus lapisan oosit atau ovum.
4) Sperma memasuki zona pellusida dan corona radiata
Zat yang dikeluarkan melalui reaksi akromosom akan
mengencerkan corona radiata dan zona pellusida.
5) Reaksi granula kortikal
Granula kortikol merupakan sel-sel granulose yang berada
disekitar oosit yang akan menutup setelah satu buah sperma masuk kedalam
oosit,sehingga mencegah sperma yang lain untuk masuk.
6) Fertilisasi
a. Kepala sperma membesar dan inti sel sperma membentuk
pronukleus pria.
b. Inti sel ovum membentuk pro nukleus wanita.
c. Kedua pro nukleus berfusi (bersatu)
d. Kedua sel ini bersatu dan membentuk zigot yang terdiri
atas bahan gen wanita dan pria. Setelah beberapa jam terjadilah pembelahan
zigot. Segera setelah pembelahan sel terjadi,maka pembelahan-pembelahan
selanjutnya akan berjalan dengan lancar dan akhirnya dalam waktu 3 hari
terbentuk suatu kelompok sel-sel yang sama besarnya,disebut morula,dan proses
selanjutnya morula membentuk blastula.
7) Implantasi (nidasi)
Blastula diselubungi oleh suatu simpai,disebut
trofoblast, yang mampu menghancurkan atau mencairkan jaringan. Ketika blastula
mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam fase sekresi. Jaringan
endometrium ini banyak mengandung nutrisi untuk buah kehamilan. Blastula yang
berisi masa sel dalam (inner cell mass) akan mudah masuk ke dalam desi 2,
menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Itulah sebabnya
kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit pendarahan akibat luka desi 2
yang disebut dengan tanda hartman. Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan
atau belakang rahim (corpus) dekat fundus uteri. Bila nidasi telah terjadi,
dimulailah differensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak
dekat ruang esocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang
lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Terbentuklah suatu
lempeng eprional diantara amnion dan yolk sac. Sel-sel trofomblast mesodermal
yang tumbuh disekitar mudigah akan melapisi bagian dalam trofoblast, sehingga
terbentuklah sekat korionik yang kelak menjadi korion. Sel-sel trofomblast
tumbuh menjadi dua lapisan, yaitu sititrofomblast (sebelah dalam) dan
sinsiotrofomblast (sebelah luar). Filikorialis yang berhubungan dengan desi 2 basalis
tumbuh bercabang-cabang dan disebut sebagai korion flondosum, sedangkan yang
berhubungan dengan desi 2 kapsularis (korion leave) kurang mendapat makanan
sehingga akhirnya menghilang. Dalam peringkat nidasi trofoblast dihasilkan
hormon humen corionic gonadotropin.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Terjadinya kehamilan
adalah hal yang alamiah dan proses melahirkannya pun merupakan proses yang
alamiah. Jauh sebelum melahirkan banyak proses yang dilalui oleh sperma dan
juga ovum yang ditemuinya dalam prosesnya. Proses tersebut terbagi atas
Konsepsi,Fertilisasi dan juga Nidas atau Implantasi. Untuk itu kami membahas
secara berurutan proses tersebut.
Daftar
Pustaka
Prawiro Harjo Sarwono, 2002, Pelayaran Kesehatan Maternal
dan Neonatal, Jakarta.
Sulistyawati Ari, 2009, Asuhan Kebidanan Pada Masa
Kehamilan, Jakarta.
www.kopiireng.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar