Sabtu, 07 Oktober 2017

MAKALAH GANGGUAN MASALAH DALAM PEMBERIAN CAIRAN



KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan kehadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Gangguan masalah dalam pemberian cairan” untuk mata kuliah keterampilan klinik praktek kebidanan II.
Makalah ini dibuat untuk mendalami pemahaman kepada kami selaku mahasiswa dan juga dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Klinik Praktek Kebidanan II (KKPK II) khususnya pada Gangguan masalah dalam pemberian cairan, untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada :
1.
2.    Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberi masukan untuk makalah ini.
Demikianlah makalah ini kami buat semoga bermanfaat.

Jakarta, 11 April 2017

            Tim Penyusun







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................           i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang..............................................................................................           1
B.   Tujuan .......................................................................................................... 1
BAB II   PEMBAHASAN
A.   Hipovolume atau Dehidrasi ……………………………………………………..            2
B.   Hipervolume atau Overhidrasi ………………………………………………….            3
BAB III  PENUTUP
A.   Kesimpulan...................................................................................................           5
B.   Saran........................................................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................           6


BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh. Sementara itu, sisanya merupakan bagian padat dari tubuh. Secara keseluruhan, katagori persentase cairan tubuh berdasarkan umur adalah: bayi baru lahir 75% dari total berat badan, pria dewasa 57% dari total berat badan, wanita dewasa 55% dari total berat badan, dan dewasa tua 45% dari total berat badan. Persentase cairan tubuh bervariasi, bergantung pada faktor usia, lemak dalam tubuh, dan jenis kelamin.
           
B.   TUJUAN PENULISAN
Untuk mengetahui gangguan masalah dalam pemberian cairan.










BAB II
PEMBAHASAN
A.   HIPOVOLUME ATAU DEHIDRASI
Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran cairan. Tubuh akan merespon kekurangan cairan tubuh dengan mengosongkan cairan vaskular. Sebagai kompensansi akibat penurunan cairan interstisial, tubuh akan mengalirkan cairan keluar sel. Pengosongan cairan ini terjadi pada pasien diare dan muntah.
Ada 3 macam kekurangan volume cairan eksternal atau dehidrasi yaitu:
1.    Dehidrasi isotonik, terjadi jika kehilangan sejumlah cairan dan elektrolitnya yang seimbang.
2.    Dehidrasi hipertonik, terjadi jika kehilangan sejumlah air yang lebih banyak daripada elektrolitnya.
3.    Dehidrasi hipotenik, terjadi jika tubuh lebih banyak kehilangan elektrolitnya draipada air.
Kehilangan cairan ekstrasol yang berlebihan akan menyebabkan volume ekstrasol berkurang (hipovolume). Pada keadaan ini, tidak terjadi perpindahan cairan daerah intrasol ke permukaan, sebab osmolaritasnya sama. Jika terjadi kekurangan cairan ekstrasol dalam waktu yang lama, maka kadar urea, nitrogen, serta kreatinin akan meningkat dan menyebabkan terjadinya perpindahan cairan itrasol ke pembuluh darah. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat terjadi secara lambat atau cepat dan tidak selalu cepat diketahui. Kelebihan asupan pelarut seperti protein dan klorida atau natrium akan menyebabkan ekskresi atau pengeluaran urin secara berlebihan, serta berkeringat benyak dalam waktu yang lama dan terus menerus. Kelainan lain yang disebabkan kelebihan pengeluaran urin adalah adanya gangguan pada hipotalamus, kelenjar gondok dan ginjal, diare, muntah yang terus menerus, terpasang drainage, dan lain-lain.

Macam dehidrasi (kurang volume cairan) berdasarkan derajatnya:
1.    Dehidrasi berat
a.    Pengeluaran/kehilangan cairan 4-6 L.
b.    Serum natrium 159-166 mEq/L
c.    Hipotensi.
d.    Turgor kulit buruk.
e.    Oliguria.
f.     Nadia dan pernapasan meningkat.
g.    Kehilangan cairan mencapai > 10% BB.
2.    Dehidrasi sedang
1)    Kehilangan cairan 2-4 atau antara 5-10% BB.
2)    Serum natrium 152-158 mEq/L.
3)    Mata cekung.
3.    Dehidrasi ringan, dengan terjadinya kehilangan cairan mencapai 5% BB atau 1,5-2 L.

B.   HIPERVOLUME ATAU OVERHIDRASI
Terdapat dua manifestasi yang ditimbulkan akibat kelebihan cairan yaitu hipervolume (peningkatan volume darah) dan edema (kelebihan cairan pada interstisial). Normalnya cairan interstisial tidak terikat dengan air, tetapi elastis dan hanya terdapat di antara jaringan. Keadaan hipervolume dapat menyebabkan pitting edema, merupakan edema yang berada pada darah perifer atau akan mencekung setelah ditekan pada daerah yang bengkak. Hal ini disebabkan karena perpindahan cairan ke jaringan melalui titik tekanan. Cairan dalam jaringan yang edema tidak digerakan ke permukaan lain dengan penekanan jari. Nonpitting edema tidak menunjukan tanda kelebihan cairan ekstrasel, tetapi sering karena infeksi dan trauma yang menyebabkan pengumpulan membekunya cairan pada permukaan jaringan. Kelebihan cairan vaskular dapat meningkatkan hidrostatik cairan dan akan menekan cairan ke permukaan interstisial, sehingga menyebabkan edema anasarka (edema yang terdapat di seluruh tubuh).
Peningkatan tekanan hidrostatik yang besar dapat menekan sejumlah cairan hingga ke membran kapiler paru-paru, sehingga menyebabkan edema paru-paru dan dapat mengakibatkan kematian. Manifestasi edema paru-paru adalah penumpukan sputum, dispnea, batuk, dan suara ronkhi. Keadaan edema ini disebabkan oleh gagal jantung yang mengakibatkan peningkatan penekanan pada kapiler darah paru-paru dan perpindahan cairan ke jaringan paru-paru.
           



BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh. Sementara itu, sisanya merupakan bagian padat dari tubuh. Gangguan masalah dalam pemberian cairan yaitu:
1.    Hipovolume atau dehidrasi
2.    Hipervolume atau overhidrasi

B.   SARAN
Dengan penulisan makalah ini, penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca tentang gangguan masalah dalam pemberian cairan. Oleh karena itu, harapan penulis kepada pembaca semua agar bersedia memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun.



DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A. Aziz Alimul dan Musrifatul Uliyah. 2011. Keterampilan Dasar Praktik Klinik unruk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar