KATA
PENGANTAR
Rasa
syukur yang dalam kami sampaikan kehadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini kami membahas “Gangguan masalah dalam pemberian cairan” untuk
mata kuliah keterampilan klinik praktek kebidanan II.
Makalah
ini dibuat untuk mendalami pemahaman kepada kami selaku mahasiswa dan juga
dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Klinik Praktek Kebidanan
II (KKPK II) khususnya pada Gangguan masalah dalam pemberian cairan, untuk itu
kami mengucapkan terimakasih kepada :
1.
2. Rekan-rekan
mahasiswa yang telah banyak memberi masukan untuk makalah ini.
Demikianlah
makalah ini kami buat semoga bermanfaat.
Jakarta, 11 April 2017
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
.............................................................................................. i
DAFTAR ISI
............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.............................................................................................. 1
B. Tujuan
.......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Hipovolume atau Dehidrasi
…………………………………………………….. 2
B.
Hipervolume atau Overhidrasi
…………………………………………………. 3
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................... 5
B. Saran........................................................................................................................ 5
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................ 6
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari
kebutuhan dasar manusia secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam
bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh. Sementara itu, sisanya
merupakan bagian padat dari tubuh. Secara keseluruhan, katagori persentase cairan
tubuh berdasarkan umur adalah: bayi baru lahir 75% dari total berat badan, pria
dewasa 57% dari total berat badan, wanita dewasa 55% dari total berat badan,
dan dewasa tua 45% dari total berat badan. Persentase cairan tubuh bervariasi,
bergantung pada faktor usia, lemak dalam tubuh, dan jenis kelamin.
B.
TUJUAN
PENULISAN
Untuk
mengetahui gangguan masalah dalam pemberian cairan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
HIPOVOLUME ATAU
DEHIDRASI
Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi
karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran cairan. Tubuh akan
merespon kekurangan cairan tubuh dengan mengosongkan cairan vaskular. Sebagai
kompensansi akibat penurunan cairan interstisial, tubuh akan mengalirkan cairan
keluar sel. Pengosongan cairan ini terjadi pada pasien diare dan muntah.
Ada
3 macam kekurangan volume cairan eksternal atau dehidrasi yaitu:
1. Dehidrasi
isotonik, terjadi jika kehilangan sejumlah cairan dan elektrolitnya yang
seimbang.
2. Dehidrasi
hipertonik, terjadi jika kehilangan sejumlah air yang lebih banyak daripada
elektrolitnya.
3. Dehidrasi
hipotenik, terjadi jika tubuh lebih banyak kehilangan elektrolitnya draipada
air.
Kehilangan cairan ekstrasol yang berlebihan
akan menyebabkan volume ekstrasol berkurang (hipovolume). Pada keadaan ini,
tidak terjadi perpindahan cairan daerah intrasol ke permukaan, sebab
osmolaritasnya sama. Jika terjadi kekurangan cairan ekstrasol dalam waktu yang
lama, maka kadar urea, nitrogen, serta kreatinin akan meningkat dan menyebabkan
terjadinya perpindahan cairan itrasol ke pembuluh darah. Kekurangan cairan
dalam tubuh dapat terjadi secara lambat atau cepat dan tidak selalu cepat
diketahui. Kelebihan asupan pelarut seperti protein dan klorida atau natrium
akan menyebabkan ekskresi atau pengeluaran urin secara berlebihan, serta
berkeringat benyak dalam waktu yang lama dan terus menerus. Kelainan lain yang
disebabkan kelebihan pengeluaran urin adalah adanya gangguan pada hipotalamus,
kelenjar gondok dan ginjal, diare, muntah yang terus menerus, terpasang
drainage, dan lain-lain.
Macam dehidrasi (kurang volume cairan)
berdasarkan derajatnya:
1. Dehidrasi
berat
a. Pengeluaran/kehilangan
cairan 4-6 L.
b. Serum
natrium 159-166 mEq/L
c. Hipotensi.
d. Turgor
kulit buruk.
e. Oliguria.
f. Nadia
dan pernapasan meningkat.
g. Kehilangan
cairan mencapai > 10% BB.
2. Dehidrasi
sedang
1) Kehilangan
cairan 2-4 atau antara 5-10% BB.
2) Serum
natrium 152-158 mEq/L.
3) Mata
cekung.
3. Dehidrasi
ringan, dengan terjadinya kehilangan cairan mencapai 5% BB atau 1,5-2 L.
B.
HIPERVOLUME ATAU
OVERHIDRASI
Terdapat dua manifestasi yang ditimbulkan
akibat kelebihan cairan
yaitu hipervolume (peningkatan volume darah) dan edema (kelebihan cairan pada
interstisial). Normalnya cairan interstisial tidak terikat dengan air, tetapi
elastis dan hanya terdapat di antara jaringan. Keadaan hipervolume dapat
menyebabkan pitting edema, merupakan edema yang berada pada darah perifer atau
akan mencekung setelah ditekan pada daerah yang bengkak. Hal ini disebabkan
karena perpindahan cairan ke jaringan melalui titik tekanan. Cairan dalam
jaringan yang edema tidak digerakan ke permukaan lain dengan penekanan jari.
Nonpitting edema tidak menunjukan tanda kelebihan cairan ekstrasel, tetapi
sering karena infeksi dan trauma yang menyebabkan pengumpulan membekunya cairan
pada permukaan jaringan. Kelebihan cairan vaskular dapat meningkatkan
hidrostatik cairan dan akan menekan cairan ke permukaan interstisial, sehingga
menyebabkan edema anasarka (edema yang terdapat di seluruh tubuh).
Peningkatan tekanan hidrostatik yang besar
dapat menekan sejumlah cairan hingga ke membran kapiler paru-paru, sehingga menyebabkan
edema paru-paru dan dapat mengakibatkan kematian. Manifestasi edema paru-paru
adalah penumpukan sputum, dispnea, batuk, dan suara ronkhi. Keadaan edema ini
disebabkan oleh gagal jantung yang mengakibatkan peningkatan penekanan pada
kapiler darah
paru-paru dan perpindahan cairan ke jaringan paru-paru.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari
kebutuhan dasar manusia secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam
bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh. Sementara itu, sisanya
merupakan bagian padat dari tubuh.
Gangguan masalah dalam pemberian cairan yaitu:
1. Hipovolume atau dehidrasi
2. Hipervolume atau overhidrasi
B. SARAN
Dengan
penulisan makalah ini, penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan
kepada pembaca tentang gangguan masalah dalam pemberian cairan. Oleh
karena itu, harapan penulis kepada pembaca semua agar bersedia memberikan
kritik dan saran yang bersifat membangun.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A. Aziz Alimul dan Musrifatul Uliyah. 2011. Keterampilan Dasar Praktik Klinik unruk
Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar