Sabtu, 07 Oktober 2017

MAKALAH PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGI PADA IBU HAMIL



KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan kehadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Perubahan Anatomi dan Fisiologi Pada Ibu Hamil TM I,II,III” untuk mata kuliah Pengantar Asuhan Kehamilan,Persalinan,Nifas,BBL.
Makalah ini dibuat untuk mendalami pemahaman kepada kami selaku mahasiswa dan juga dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Asuhan khususnya pada fase kehamilan,untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada :
1.    
2.    Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberi masukan untuk makalah ini.
Demikianlah makalah ini kami buat semoga bermanfaat.

Jakarta, 28 Maret 2017
Penyusun

 Kelompok 4
 


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Banyaknya perubahan yang dialami oleh ibu hamil membuat kami sebagai tenaga medis memahami perubahan tersebut,untuk mempersiapkan diri ketika masuk kedalam dunia medis yang nyata dan berhadapan langsung dengan klien. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih kepada ibu hamil tentang perubahan yang lumrah  terjadi pada ibu hamil. Bukan hanya itu ibu hamil dengan kehamilan pertama akan lebih merasakan penyesuaian yang lebih berat dibanding dengan ibu hamil dengan kandungan kedua atau selebihnya.
Dengan banyaknya perubahan tersebut kami harus bisa memahaminya dengan mendalam dan dapat mengaplikasikan di dunia kerja nantinya ketika bertatap muka langsung dengan klien.
B.    TUJUAN PENULISAN
1.   Memahami pengertian perubahan fisiologis
2.   Memahami sistem metabolisme pada ibu haml
3.   Memahami sistem pembekuan darah
4.   Memahami perhitungan IMT











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perubahan Fisiologis  
       Perubahan fisiologis pada ibu hamil perubahan yang terjadi secara alami yang dilakukan oleh tubuh karena proses adaptasi dan tidak mengganggu sistem-sistem lain pada tubuh ibu hamil.
B.    Sistem Metabolisme Pada Ibu Hamil
Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan tulangnya dan ini terjadi ketika trimester terakhir. Oleh karena itu, peningkatan asupan kalsium sangat diperlukan untuk menunjang kebutuhan. Peningkatan kebutuhan kalsium mencapai 70% dari diet biasanya. Penting bagi ibu hamil untuk selalu sarapan karena kadar glukosa darah ibu sangat berperan dalam perkembangan janin, dan berpuasa saat kehamilan akan memperoduksi lebih banyak ketosis yang dikenal dengan “cepat merasakan lapar” yang mungkin berbahaya pada janin.
Kebutuhan zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000mg, 500mg dibutuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan 300 mg untuk trransportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki usia 12 minggu, 200 mg sisanya untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. wanita hamil membutuhkan zat besi rata-rata 3,5 mg/hari.
Pada metabolisme lemak terjadi peningkatkan kadar kolesterol sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Hormon somatotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak lainnya tersimpan di badan, perut, paha, dan lengan.
Pada metabolisme mineral yang terjadi adalah sebagai berikut.
a.    Kalsium dibutuhkan rata-rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk pembentukan tulang terutama di trimester akhir dibutuhkan 30-40 gram.
b.    Fosfor dibutuhkan rata-rata 2 gr/hari.
c.    Air wanita hamil cenderung mengalami retensi air.

C.   Sistem Indeks Masa Tubuh Dan Berat Badan
Cara yang dipakai menentukan berat badan menurut tinggi badan adalah dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dengan rumus berat badan dibagi tinggi badan pangakt 2. Contoh, wanita dengan berat badan sebelum hamil 51 kg dan tinggi badan 1,57 meter. Maka IMTnya adalah 51/(1,57) = 20,7. Nilai IMT mempunyai rentang sebagai berikut.
19,8-26,6         : normal
< 19,8              : underweight
26,6-29,0         : overweight
>29,0               : obese
Pertambahan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi selama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan. Jika terdapat keterlambatan dalam penambahan berat badan ibu, ini dapat mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin intra-uteri (Intra Uterin Growth Retardion IUGR)
                  Ibu Malnutrisi

Volume Darah Berkurang



Peningkatan curah jantung tidak adekuat

Penurunan darah ke plasenta
Penurunan ukuran plasenta
Mengurangi transfer nutrisi
Pertumbuhan Janin
 











disarankan pada ibu primigravida untuk tidak menaikkan berat badannya lebih dari 1 kg/bulan.
Perkiraan peningkatan berat badan yang dianjurkan.
·         4 kg pada kehamilan trimester I
·         0,5 kg/minggu pada kehamilan trimester II sampai III
·         Totalnya sekitar 15-16 kg





Komponen pertambahan berat badan ibu selama kehamilan
Komponen
Jumlah (dlm kg)
Jaringan ekstrauterin
Janin
Cairan amnion
Plasenta
Payudara
Tambahan darah
Tambahan cairan jaringan
Tambahan jaringan lemak

Total
1
3 – 3,8
1
1 – 1,1
0,5 – 2
2 – 2,5
1,5 – 2,5
2 – 2,5

11,5 ­- 16

D.   SISTEM PEMBEKUAN DARAH
Pembekuan darah setiap orang mengetahui bahwa pendarahan akhirnya akan berhenti ketika berhenti ketika terjadi luka atau terdapat luka lama yang mengeluarkan darah kembali. Ditempat terjadinya pendarahan, gumpalan darah beku terbentuk, sehingga menyumbat dan menyembuhkan luka pada saatnya. Hilangnya satu bagian dari komponen penggumpal darah dari sistem ini atau kerusakan apapun padanya akan menjadikan keseluruhan proses tidak bekerja. Darah harus membeku pada waktu dan tempat yang tepat, dan ketika kedaanya telah pulih seperti sedia kala tidak terjadi pendarahan lagi maka beberapa komponen penggumpal beku itu lenyap. Sistem ini bekerja sempurna secara otomatis. Jika terjadi pendarahan,pembekuan darah harus terbentuk segera untuk mencegah kematian akibat cairan darahnya habis.
Selain itu,darah beku tersebut harus menutupi keseluruhan luka,dan lebih penting dan hebat lagi penggumpalan hanya terbentuk tepat di bagian yang luka. Jika tidak demikian,tentu seluruh darah makhluk hidup akan membeku dan menyebabkan kematian,itulah mengapa bekuan darah itu harus terjadi pada waktu dan tempat yang tepat.  Selanjutnya cara kerja pembekuan darah adalah ketika luka mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita,maka trombocyt akan tersangkut pada bagian yang kasar karena luka itu,trombocyt pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase atau tromboplastin. Enzim segera begabunga dengan kalsium,vitamin K, dan protrombin,protein darah yang ada di plasma darah. Dari komponen itu terjadilah reaksi kimia yang akhirnya membentuk jalinan benang-benang yang dihasilkan membentuk lapisan pelindung. Lapisan sel bagian atas akhirnya mati dan menumpuk sehingga membentuk keropeng dibawah keropeng ini atau lapisan pelindung sel-sel baru sedang terbentuk. Ketika sel yang rusak yang telah diperbarui keropeng tersebut akan mengelupas.

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada masa ibu hamil kami dapat menyesuaikan ketika berhadapan langsung dengan klien. Dan dapat lebih memahami kondisi yang dialami oleh ibu hamil.
B.    SARAN
1.    Memberikan Penkes kepada ibu hamil dan keluarga
2.    Memberikan pemahaman kepada keluarga tentang kondisi ibu hamil

DAFTAR PUSTAKA
Asuhan kebidanan pada masa kehamilan,Sulistyawati Ari,Salemba Medika 2009
Dokumentasi Kebidanan,Wildan Moh & A.Aziz Alimul Hidayat,Salemba Medika,Jakarta 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar